TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tak lagi sekadar teknologi yang dikhawatirkan menggantikan pekerjaan manusia.
Bagi perempuan, teknologi ini justru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, hingga membuka peluang karier.
Ketua Yayasan Perempuan Laju Perkasa (PLP) Hetty Andika Perkasa mengatakan pemanfaatan AI perlu dipahami sebagai sarana untuk membantu perempuan bekerja lebih efektif dan produktif.
Menurutnya, AI bukan semata-mata teknologi yang mengancam pekerjaan, tetapi dapat menjadi alat untuk mendukung berbagai aktivitas.
“AI hadir bukan untuk menggantikan kita. Tapi AI hadir justru untuk membantu kita bekerja lebih cerdas, lebih produktif dan lebih berdaya baik dalam berkarier, usaha, maupun kehidupan sehari-hari,” ujar Hetty saat menghadiri pelatihan Hertech “Perempuan Berdaya AI” di Jakarta Timur belum lama ini.
Pelatihan yang digelar PLP bersama ICT Watch tersebut diikuti sekitar 160 peserta. Kegiatan tidak hanya berfokus pada pembelajaran mengenai pemanfaatan AI, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun jejaring dan membuka peluang kolaborasi antarpeserta.
Hetty berharap jejaring yang terbentuk melalui kegiatan tersebut dapat membantu peserta mengembangkan potensi sekaligus memanfaatkan AI secara lebih optimal dalam berbagai aktivitas.
Baca juga: AI China Baca Aktivitas Otak untuk Deteksi Risiko Depresi hingga 4 Tahun Sebelumnya
“Dengan jejaring tersebut, peserta diharapkan dapat mengembangkan potensi dan memanfaatkan AI secara lebih optimal dalam berbagai aktivitas, baik pekerjaan, usaha maupun kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ICT Watch Indriyatno Banyumurti mengatakan tantangan di dunia digital terus berkembang, sebagaimana dunia kesehatan yang menghadapi semakin beragamnya penyakit.
Menurut dia, jika dahulu isu internet sehat banyak berkaitan dengan konten negatif seperti pornografi, kini tantangannya meluas ke penipuan digital, intoleransi, hoaks, dan ujaran kebencian.
Terkait pelatihan 'Perempuan Berdaya AI', Indriyatno menilai perkembangan AI menjadi euforia baru di dunia digital. Namun, akses dan kesempatan perempuan untuk mempelajari teknologi masih perlu diperluas.
“Kenapa judulnya Perempuan Berdaya AI, karena terkadang perempuan memiliki kesempatan belajar teknologi yang lebih kecil daripada laki-laki,” katanya.
Baca juga: Investasi Sektor Hilirisasi Tembus Rp300 Triliun, OSS akan Di-upgrade dengan AI
Ia pun mengapresiasi kolaborasi PLP dan ICT Watch yang dinilai dapat membuka jejaring sekaligus menjadi pintu bagi peserta untuk memperdalam pemanfaatan AI.
“Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk membuka jejaring. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa dinikmati proses pembelajarannya. Kami berharap ini menjadi kunci pembuka pintu untuk peserta bisa belajar lebih dalam lagi seputar AI,” ujar Indriyatno.
Pelatihan Hertech 'Perempuan Berdaya AI' diharapkan mendorong perempuan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan AI untuk meningkatkan kapasitas dan membuka peluang baru.