Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan, Simpati Korban Gempa Flores, Duka NTT adalah Duka Kita Bersama
Amalia Husnul A August 17, 2026 04:19 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah Kabupaten Tuban memutuskan untuk membatalkan rangkaian Pesta Kemerdekaan yang semula dijadwalkan digelar usai upacara HUT ke-81 RI di Alun-alun Tuban.

Keputusan Pemkab Tuban membatalkan Pesta Kemerdekaan tersebut diambil sebagai bentuk simpati dan kepedulian terhadap para korban gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berbagai perlombaan dan hiburan yang telah disiapkan, termasuk penampilan artis lokal, akhirnya tidak jadi digelar.

Sehari sebelum pelaksanaan, tepatnya pada Minggu (16/8/2026), akun Instagram resmi Pemkab Tuban, @kabupatentuban, mengumumkan pembatalan kegiatan tersebut.

Baca juga: Perintah Mendagri, Gubernur Se-Indonesia Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Dalam pengumumannya, Pemkab Tuban menyebut pembatalan dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.

"Sebagai wujud simpati dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pesta Kemerdekaan di Kabupaten Tuban dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dibatalkan."

Pemkab Tuban juga menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan acara tersebut serta ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan.

Masyarakat diajak bersama-sama mendoakan para korban agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan, serta proses penanganan dan pemulihan bencana dapat berjalan dengan lancar.

 "Duka NTT adalah duka kita bersama," demikian bunyi pengumuman Pemkab Tuban.

Alasan Pembatalan

Meski Pesta Kemerdekaan dibatalkan, Upacara Pengibaran Bendera dan Upacara Penurunan Bendera tetap dilaksanakan di Alun-Alun Tuban sesuai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., selaku Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kabupaten Tuban, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil pada Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, pembatalan dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai masukan, terutama arahan dan petunjuk Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.

“Setelah mempertimbangkan berbagai hal dan masukan dari berbagai pihak, terutama arahan dan petunjuk Mas Bupati, kami memutuskan untuk membatalkan Pesta Kemerdekaan sebagai bentuk simpati dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di NTT,” ujar Budi Wiyana, dikutip dari tubankab.go.id.

Keputusan tersebut, lanjut Budi, tidak mengurangi makna peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Sebaliknya, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada sesama yang sedang menghadapi musibah.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Kabupaten Tuban untuk bersama-sama mendoakan masyarakat NTT yang terdampak bencana.

 “Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di NTT agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan. Semoga proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan lancar. Duka saudara kita adalah duka kita bersama,” ungkapnya.

Pesan solidaritas inipun menjadi warna utama dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tahun ini.

Bupati Tuban Ingatkan Peduli ke Korban Gempat NTT

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky memilih menjadikan momentum kemerdekaan bukan sekadar seremoni dan pesta, melainkan kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut disampaikan Mas Lindra, sapaan Aditya Halindra Faridzky, saat memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Tuban, Senin (17/8/2026).

Dalam amanatnya, ia mengajak masyarakat Tuban mengisi kemerdekaan dengan rasa syukur, menjaga persatuan, serta memperkuat budaya gotong royong.

Namun, di tengah suasana peringatan kemerdekaan, perhatian juga diarahkan kepada warga di sejumlah daerah yang sedang menghadapi bencana.

Bupati menilai musibah yang terjadi, terutama gempa bumi di NTT, menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan solidaritas.

Ia juga mengajak masyarakat Tuban untuk bersama-sama mendoakan para korban dan warga terdampak bencana agar diberi kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah.

Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan kemeriahan, tetapi juga dengan hadirnya rasa kemanusiaan ketika saudara sebangsa sedang mengalami kesulitan.

“Mari kita maknai peringatan ini dengan rasa syukur sekaligus mendoakan bangsa Indonesia. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus meningkatkan persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya, dikutip dari tubankab.go.id.

Aditya menambahkan, semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kerja nyata di daerah.

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga masyarakat Tuban dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung.

 "Semangat kemerdekaan ini harus benar-benar dirasakan di benak dan kehidupan masyarakat Tuban. Salah satunya dengan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 RI di Tuban tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi ajakan untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.

Pembatalan pesta kemerdekaan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Tuban kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana, khususnya para korban gempa di NTT.

Dukungan Warganet 

Bukannya kecewa, warganet justru ramai-ramai memberikan apresiasi dan dukungan kepada Pemkab Tuban atas keputusan tersebut.

"Sebagai orang NTT di Tuban, saya berterima kasih bnyak atas simpati serta bantuan Pemkab dan masyarakat Tuban semuanya," tulis akun @rizalditya_.

"Salut dengan bupati @halindra_id , inilah wujud akhlak Rosulullah SAW.... terimakasih mas bupati, tidak salah jika saya dukung panjenengan," timpal akun @husein.baagil.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5.8 Guncang NTT Saat Mendagri Tito Karnavian Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Nagekeo

(Tribunnews.com/Endra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.