TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Panggung Jogja Fashion Week (JFW) 2026 pada 13 - 16 Agustus 2026 kembali menjadi saksi kreativitas para perancang busana lokal.
Salah satu yang mencuri perhatian ialah desainer asal Yogyakarta, Iffah M Dewi, melalui label Sogan Batik yang mengusung nilai-nilai kebaikan dan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW ke atas catwalk.
Dalam gelaran IFC Trend Show 2026/2027 - RECODE, yang menjadi bagian dari JFW 2026, Iffah menghadirkan busana kategori Power Mode bertajuk “Playground of Hope”.
Bukan sekadar peragaan busana, koleksi ini lahir sebagai perenungan di tengah situasi dunia yang sarat dengan dinamika dan ketidakpastian.
Menjelang momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ia menerjemahkan akhlak mulia Rasulullah ke dalam bahasa fashion yang segar, playful, penuh warna, dan sarat makna.
"Bagi saya, harapan bukan berarti menutup mata terhadap luka atau kekacauan. Harapan adalah keberanian untuk tetap percaya bahwa kebaikan akan menemukan jalannya. Melalui koleksi ini, saya ingin menghadirkan pengingat tersebut dalam bentuk yang ringan, ceria, dan dekat dengan keseharian," ujarnya, Senin (17/8/2026).
Selaras dengan karakter Power Mode yang kuat dan eksperimental, keteladanan Nabi dipadukan secara unik dengan sentuhan warna cerah, permainan layering, siluet asimetris, hingga desain convertible.
Motif batik cap dan tulis khas Yogyakarta tampak menyatu harmonis dengan kain katun, melahirkan busana wastra yang berjiwa muda dan relevan bagi generasi terkini.
Makna keteladanan pun terwujud dalam setiap potongan rancangan, seperti FIVEY Jacket yang menampilkan aplikasi angka lima, mengacu pada perumpamaan salat lima waktu sebagai sarana membersihkan diri dan menyegarkan hati.
Sementara itu, rancangan Lili_03 Layer serta Dwee Batik Vest dan Skirt mengangkat angka dua dalam aksara Jawa, yang terilhami dari pesan Rasulullah mengenai pentingnya berbagi ilmu dan harta di jalan kebaikan.
Sementara, kisah keteguhan hati Rasulullah saat berada di Kota Thaif, yang tetap memaafkan serta mendoakan kebaikan meski mendapat penolakan, menjadi jiwa dari #HOPE Appliqué Dress.
"Gaun ini dipercantik dengan berbagai simbol visual seperti angka Jawa satu, bunga, awan, bulan sabit, hingga aksara Jawa Asa yang bermakna harapan," terang Iffah.
Baca juga: Lewat JFW 2026, Pemda DIY Pacu Ekspor Busana Berbasis Budaya
Pesan-pesan kebaikan lantas berlanjut pada RAHMAH Batik Set yang mengusung konsep rahmatan lil ‘alamin melalui perpaduan motif Sogan Cilik, Truntum sebagai simbol keikhlasan, serta Kawung sebagai simbol kebijaksanaan.
Nilai ini semakin kuat pada KHAIRA Long Outer yang memadukan ajaran bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama dengan filosofi “Urip Iku Urup” atau hidup yang menyalakan cahaya bagi sekitar.
Sebagai penutup deretan rancangan, SUMRINGAH Batik Set hadir membawakan kebaya bermotif bunga sebagai metafora keteladanan untuk tetap melembutkan hati dan menebar kebaikan meskipun pernah disakiti.
Keseluruhan presentasi Playground of Hope di panggung JFW 2026 kian lengkap dan tampil youthful lewat kolaborasi bersama merek sepatu lokal, KEEWA Shoes.
Melalui koleksi ini, Sogan Batik menegaskan bahwa kekuatan sejati atau Power Mode yang tidak selalu identik dengan ketegasan yang kaku.
Menurutnya, kekuatan justru terletak pada kelembutan hati untuk memaafkan, mendoakan, dan terus memelihara harapan di tengah situasi apapun.
"Sebab harapan adalah memilih untuk tetap percaya bahwa kebaikan akan menemukan jalannya. Dan pada akhirnya, harapan terbaik bukanlah yang digantungkan kepada dunia, melainkan kepada Allah SWT," pungkas Iffah. (*)