TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gelak tawa dan sorak-sorai kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya dirasakan oleh warga lokal.
Di Yogyakarta, puluhan warga negara asing (WNA) dari berbagai belahan dunia turut memeriahkan momen 'tujuhbelasan' lewat aneka perlombaan tradisional, Senin (17/8/2026).
Para wisatawan asal Amerika Serikat, Jepang, Australia, hingga Inggris yang tengah mengikuti ajang Javanese Cultural Festival 2026 tersebut tampak antusias menjajal deretan perlombaan khas agustusan.
Mulai dari perlombaan bola tampah, estafet sarung, hingga adu ketangkasan membawa kelereng menggunakan sendok yang digulirkan dengan format beregu.
Meski terlihat canggung dan kerap melahirkan aksi-aksi kocak saat mengendalikan bola di atas tampah atau meloloskan sarung secara berantai, raut wajah gembira terpancar jelas dari para bule ini.
Seorang peserta asal Amerika Serikat, Adam Koons, mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya menjajal permainan tradisional masyarakat Indonesia tersebut.
Kendati tim yang diperkuatnya gagal memetik kemenangan dalam lomba bola tampah, ia merasa terkesan dengan keunikan lomba agustusan.
"Ya tadi meski tim saya kalah, tapi sangat enjoy dan menikmati. Sangat-sangat bagus dan seru ya, permainan-permainan seperti ini," ujarnya.
Baca juga: Ratusan Anak Meriahkan Lomba Permainan Tradisional di Suryodiningratan Yogyakarta
Ketua Panitia Kegiatan, dr Nurfifi, menjelaskan bahwa perlombaan tradisional sengaja disisipkan dalam rangkaian Javanese Cultural Festival 2026 yang digagas oleh Friendship Force Club Yogyakarta.
Langkah tersebut, menjadi sarana diplomasi budaya sekaligus wadah mempererat tali persahabatan antarnegara di momen Kemerdekaan Indonesia.
"Kami ingin membawa semangat kemerdekaan HUT ke-81 RI ini melalui pengenalan permainan tradisional dan seni budaya Jawa kepada seluruh tamu yang hadir. Makanya, kita juga adakan lomba-lomba untuk memeriahkan 17 Agustus," ungkapnya.
Sepanjang hari, para peserta juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan batik tulis, ecoprint, kain jumputan, hingga workshop memasak kuliner tradisional khas Yogyakarta.
Melalui interaksi yang cair dan suasana penuh keakraban tersebut, ia berharap, kekayaan tradisi Indonesia dapat terangkat ke kancah internasional dan menarik minat wisatawan mancanegara.
"Harapannya memperkenalkan tradisi-tradisi Indonesia ke seluruh dunia, sekaligus menjalin persahabatan. Sesuai pepatah 'changing the way you see the world', harapannya ada pandangan yang lebih soft sehingga bisa meredakan ketegangan antar bangsa," tambahnya. (*)