TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) kembali ditutup warga, Senin (17/8/2026).
Mereka menola TPA itu beroperasi kembali.
Terlihat warga memasang papan bicara, serta baliho di jalan menuju TPST Paku.
Baca juga: Bekali Keterampilan UMKM Pemprov Sulbar Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Binaan Rutan Mamuju
Baca juga: Kisah Haru Danton Paskibra Mamuju Tengah Ada Doa dan Rindu Mendalam untuk Almarhumah Ibu
Memuat seruan penolakan atas kembali beroperasinya TPST Paku yang sempat ditutup selama empat tahun terakhir.
Para pemuda yang memasang spanduk penolakan itu juga rencananya akan gelar aksi demonstrasi.
Seorang pemuda Desa Paku, Abdul Rahman mengatakan ada dua spanduk penolakan yang telah dipasang warga di pinggir jalan.
Abdul Rahman mengatakan penolakan ini kembali mencuat lantaran warga menemukan adanya pencemaran lingkungan.
“Kita temukan ada air lindi sampah yang mengalir dari pemilahan sampah ke drainase, itu kita anggap pencemaran lingkungan,” kata Abdul Rahman kepada wartawan.
Dia menyampaikan selama beberapa pekan terakhir, TPST Paku kembali digunakan mengelola sampah.
Namun air lindi sampah kata Abdul dibiarkan saja mengalir ke drainase, beruntung tidak sampai ke persawahan.
Disebutkan pemilahan sampah secara manual membuat air lindi sampah itu terkesan dibiarkan mengalir ke drainase.
“Air lindi sampah warnanya hitam yang ditemukan warga, andai musim hujan air lindi sampah itu bisa mengalir ke sawah lagi,” ungkapnya.
Rahman juga menagih janji dan komitmen yang pernah disepakati oleh pemerintah dari dan warga Desa Paku.
Janji itu jika ditemukan kembali adanya pencemaran lingkungan dampak pengelolaan sampah maka TPST Paku ditutup.
“Sudah ada kesepakatan bersama, kalau memang terbukti ada pencemaran lingkungan maka harus ditutup, itu janji mereka yang kita tagih,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Polman, Syarifuddin Wahab menyebut, tak ada lindi sampah yang ditimbulkan dalam pemrosesan akhir sampah.
“Itu kan mesin pembakaran sampah yang kita gunakan insenerator, jadi tidak menghasilkan lidi, yang air warna hitam itu bekas uap pembakaran sampah,” ungkapnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli