Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Senin 17 Agustus 2026 Siang Ini
Muhammad Fatoni August 17, 2026 05:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 30 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-33 mm dan lama gempa 26.08-200.37 detik.

Selain itu, tercatat 15 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3-23 mm, S-P 0.3-13 detik dan lama gempa 10.98-36.18 detik.

Serta 2 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3-13 mm, dan lama gempa 23.96-25 detik.

Dan 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 100.82 detik.

Hal itu berdasarkan hasil laporan terakhir BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga siang ini, Senin (17/8/2026), hingga pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil.

Cuaca teramati mendung, angin lemah ke arah timur.

Suhu udara sekitar 20.1-24.2°C. Kelembaban 92-92.9 persen. Tekanan udara 876.9-921.3 mmHg.

Baca juga: Kisah Translokasi Viral Deo dan Sinta, Gajah Sumatera dari GL Zoo Jogja ke Tabang Zoo Kaltim

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.