ODGJ Nyaris Peluk Bupati Lucky Hakim Saat Upacara HUT RI di Alun Alun Indramayu, Bocor Nasibnya
Febriana Nur Insani August 17, 2026 03:44 PM

TRIBUNSTYLE.COM - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia digelar serentak di sejumlah wilayah, tak terkecuali di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Suasana khidmat begitu terasa saat upacara berlangsung, hingga akhirnya sebuah peristiwa mengejutkan terjadi.

Peristiwa tersebut cukup mencuri perhatian karena berkaitan langsung dengan sang bupati, Lucky Hakim.

Ya, saat Lucky Hakim sedang memimpin upacara di Alun Alun Indramayu, seorang wanita tiba-tiba merangsek dari arah belakang.

Belakangan terkuak kalau wanita tersebut merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Ia merangsek ke area upacara dan hendak memeluk Bupati Lucky.

Beruntung, petugas gabungan yang bersiaga langsung bertindak cepat.

Mereka berhasil menghalau ODGJ tersebut lalu mengamankannya ke belakang Alun Alun Indramayu.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno mengaku belum mendapatkan laporan detail terkait ODGJ tersebut.

Namun ia memastikan petugas gabungan mengevakuasinya dengan cara yang humanis.

Baca juga: Jejak Langkah Kolonel Priyo Handoyo, Perwira Asal Cilacap yang Dipilih Memimpin Upacara HUT ke-81 RI

MENGAMANKAN ODGJ - Sejumlah petugas saat mengamankan ODGJ saat upacara HUT RI di Alun-Alun Indramayu, Jalan Letjen S Parman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (17/8/2026)
MENGAMANKAN ODGJ - Sejumlah petugas saat mengamankan ODGJ saat upacara HUT RI di Alun-Alun Indramayu, Jalan Letjen S Parman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (17/8/2026) (Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi)

Detik-detik ODGJ Merangsek ke Upacara HUT RI di Alun Alun Indramayu

Aksi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) hampir menganggu upacara peringatan HUT RI di Alun Alun Indramayu, Jalan Letjen S Parman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (17/8/2026).

Peristiwa itu tampak terjadi tepat ketika Paskibraka Kabupaten Indramayu mengibarkan bendera merah putih, dan ratusan orang yang mengikuti upacara memberikan hormat.

ODGJ berjenis kelamin perempuan tersebut tiba-tiba merangsek dari arah belakang saat Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang memimpin upacara di areal Alun-alun Indramayu.

Selain itu, ODGJ yang mengenakan baju merah itu tampak langsung menghampiri Lucky Hakim yang tengah berdiri menghadap ratusan peserta upacara yang terdiri dari pelajar, TNI, Polri, hingga lainnya.

Namun, petugas gabungan yang bersiaga tampak bertindak cepat menghalau ODGJ tersebut, kemudian langsung mengamankannya ke areal belakang Alun-alun Indramayu.

Beruntung, kesigapan petugas gabungan mengamankan ODGJ tersebut membuat prosesi upacara peringatan HUT ke-81 RI di Alun-Alun Indramayu tetap berjalan secara khidmat hingga selesai.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengatakan, kesigapan petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, hingga lainnya berhasil mengatasi insiden itu, sehingga tak mengganggu upacara.

Baca juga: Dapat Undangan ke Istana, Uya Kuya dan Astrid Kuya Pilih Upacara 17 Agustus Bersama Para Pemulung

"Sempat ada insiden sedikit, tetapi alhamdulillah kesigapan petugas dari TNI, Polri, dan Satpol PP di lokasi berhasil mengevakuasi orang tersebut secara cepat," kata Tarno saat ditemui usai upacara di Alun-alun Indramayu, Senin (17/8/2026).

Pihaknya pun menyampaikan permohon maaf apabila kejadian semacam itu mengurangi kekhidmatan upacara peringatan HUT RI yang berlangsung di Alun-Alun Indramayu.

Ia mengatakan, saat kejadian, ODGJ tersebut merangsek ke depan, dan berniat memeluk Bupati Lucky Hakim yang menjadi inspektur upacara, tetapi berhasil dicegah oleh petugas gabungan. 

"Alhamdulillah, tidak sampai (memeluk bupati), karena petugas yang bersiaga bertindak cepat untuk mengamankannya, dan saat kejadian juga hampir semuanya fokus mengikuti upacara," ujar Tarno.

Tarno mengakui, belum mendapatkan laporan detail mengenai ODGJ tersebut, karena langsung dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Ia pun memastikan seluruh penanganan terhadap ODGJ itu dilaksanakan secara humanis, dari mulai dirangkul saat hendak memeluk bupati hingga dievakuasi ke rumah sakit menggunakan ambulans.

"Penindakannya tetap humanis, meski sepintas hampir mengganggu upacara, tetapi alhamdulillah petugas gabungan bertindak cepat, dan bisa langsung mengevakuasinya," kata Tarno.

(TribunStyle.com)(TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.