BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Sosok Ipda Rafarell Aryo Putra Azzizi mendadak jadi perbincangan setelah sukses didapuk menjadi Komandan Upacara (Danup) Pengibaran Sang Saka Merah Putih di halaman Kantor Bupati Belitung Timur, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Senin (17/8/2026) pagi.
Suara lantang dan langkah tegap menggelegar dari seorang pemuda saat Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Belitung Timur.
Pastinya, dari sosok perwira muda tersebut, terdapat kisah menarik di balik panggung utama.
Ia adalah Ipda Rafarell Aryo Putra Azzizi, personel Polres Belitung Timur berusia 22 tahun.
Mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) lengkap dengan atribut kepolisian yang membingkai postur tubuhnya.
Baca juga: Beda Nasib, Justiar Noer Mantan Bupati Basel Dituntut Lebih Tinggi Dibanding Anaknya Aditya Rizki
Perwira asal Semarang, Jawa Tengah ini sukses memimpin ratusan personel upacara dari berbagai instansi tanpa ada kesalahan.
Namun, siapa sangka di balik wajah tenangnya, Aryo sempat memendam rasa gugup yang hebat.
Perasaan itu bukan tanpa alasan.
Pengalaman bertugas menjadi Danup pada Peringatan HUT ke-81 RI di Belitung Timur ini merupakan pengalaman perdananya berhadapan dengan orang sebanyak itu.
Perwira muda yang baru bertugas di Polres Beltim sejak Januari 2026 ini mengaku terkejut sekaligus bangga saat ditunjuk menjadi komandan upacara.
"Hal yang terbesit sih sebenarnya tidak ada, saya selalu fokus. Cuma karena ini perdana saya komandan upacara di Belitung ini, mungkin agak gugup sedikit," ujar Ipda Aryo saat ditemui Posbelitung.co, Senin (17/8/2026).
Saat upacara, kata dia, rasa tegang sedikit demi sedikit semakin terasa.
Baca juga: Kisah Ashanty Dilecehkan Ayah Tiri Saat SD, Simpan Trauma Sampai Ibunda Meninggal, Nasib Pelaku Kini
Hal ini dikarenakan dirinya belum pernah memimpin upacara sebesar ini di hadapan para pejabat daerah serta masyarakat dalam jumlah besar.
"Sebelumnya belum pernah jadi komandan upacara dengan orang yang sebanyak ini," tambahnya.
Saat ditanya mengenai momen paling mendebarkan, Aryo merujuk ke momen laporan resmi kepada Inspektur Upacara.
Momen dimana ketika ia harus berkonsentrasi penuh untuk berdiri tegap, berhadapan langsung dengan Bupati Belitung Timur.
"Waktu laporan sih (yang paling bikin gugup). Soalnya kadang kalau laporannya panjang, kalau misalnya kita lupa, waduh.. agak bahaya kalau lupa," ungkapnya.
Trik dan Cara Unik Ipda Arya Redam Rasa Gugup
Karena itu, untuk mengatasi rasa tegang, Aryo membeberkan trik dan cara unik tersendiri untuk menguasai lapangan.
Ia mencoba memfokuskan pikirannya secara penuh dan mengarahkan pandangannya hanya kepada satu titik fokus utama di depan panggung penghormatan.
"Kalau saya sendiri, saya menganggap bahwa orang-orang di belakang saya itu tidak ada semua. Jadi saya hanya berhadapan dengan istilahnya Pak Bupati. Itulah cara saya untuk menghilangkan gugup," jelasnya.
Penunjukan Ipda Aryo Mendadak
Proses penunjukan Aryo sebagai Komandan Upacara pun terbilang cukup mendadak bagi Aryo.
Baca juga: Harga BBM 17 Agustus 2026 di SPBU Pertamina, Ada Diskon Rp450 per Liter, Cek Syarat dan Periodenya
Ia membeberkan bahwa informasi penunjukan tersebut ia ketahui saat baru saja berdinas di Kabupaten Belitung Timur.
"Waktu kemarin kan saya masih pendidikan di Jakarta. Waktu saya balik ke sini, memang dari Polres yang mengajukan, jadi diusulkanlah nama saya," katanya.
Meski begitu, Aryo harus menjalani masa persiapan yang menguras fisik dan tenaga dalam waktu singkat. Ia fokus menjalani porsi latihan dan gladi selama kurang lebih satu minggu.
"Persiapan kemarin waktu gladi ya. Kemarin cuacanya mungkin agak lebih panas daripada hari ini, jadi waktu gladi kemarin lumayan terasa capeknya karena panas, terus sehari itu gladinya dua kali. Total satu minggu," ujarnya.
Kini, setelah seluruh rangkaian upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih sukses terlaksana, rasa lega menyelimuti perasaan perwira berusia 22 tahun tersebut.
Ia merasa sangat bersyukur dan bangga diberikan kepercayaan oleh pimpinan dan Pemkab Belitung Timur untuk mengemban tugas sejarah tersebut.
"Senang sih. Karena suatu kebanggaan juga buat saya menjadi Danup di upacara 17 Agustus, karena itu bisa dibilang jarang bisa dipilih untuk menjadi Danup," tegasnya.
Baginya, memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini sangat bermakna bagi perjalanan karir dan kehidupan pribadinya.
Ia memandang kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini adalah buah dari keringat, darah, dan pengorbanan tak terhitung dari para pahlawan bangsa.
"Kemerdekaan Indonesia ini sekarang sudah 81 tahun, dan saya sudah melewati banyak upacara kemerdekaan. Ini sangat bermakna karena Indonesia mendapatkan kemerdekaan itu tidak semerta-merta, butuh perjuangan, apalagi dedikasi dari para pahlawan," ungkapnya.
Terakhir, Aryo mengajak seluruh generasi muda seperti dirinya untuk terus merawat semangat kemerdekaan dengan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
"Makanya dengan diadakan upacara 17-an ini, kita seluruh warga Indonesia harus tetap semangat dan tetap memperjuangkan negara Indonesia," tutupnya.
(Bangkapos.com/Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)