TRIBUNPAPUABARAT.COM - Tiga prajurit TNI menjadi korban penembakan saat baku tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).
Dikutip dari Tribun-Papua.com, akibat serangan tersebut, tiga personel dari satuan Yonif 133/YS tertembak.
Menurut informasi aparat, peristiwa baku tembak bermula saat kelompok OPM melakukan penyerangan ke Pos Yonif 133/YS dan Koramil di Distrik Jila sekitar pukul 07.30 WIT.
Baca juga: PMKRI Teluk Bintuni Desak Penembakan Tiga Warga Sipil Maybrat Diusut Tuntas
Distrik Jila merupakan satu di antara 18 distrik yang ada di Kabupaten Mimika.
Jarak wilayah ini sekitar 90 kilometer dari Kota Timika yang merupakan ibu kota Kabupaten Mimika.
Wilayah tersebut berada di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kelompok OPM mendadak menyerang dan melepaskan tembakan dari tiga arah berbeda.
Tembakan dilaporkan berasal dari arah Lapangan Terbang (Lapter) Lama menuju Pos Satgas Yonif 133 Pamobvit dan area di sekitar pos tersebut.
Aparat keamanan yang berada di lokasi langsung melepaskan tembakan balasan hingga kontak senjata tak terelakkan.
Sekitar pukul 10.00 WIT, aparat mulai mengevakuasi para korban dari sekitar Pos Satgas.
Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Situasi sekarang, informasi yang saya dapat dari Kapolsek masih mencekam. Tapi kejadian bukan di Polsek, memang berdekatan dengan Polsek," kata Alfredo saat dikonfirmasi Tribun-Papua.com.
Bersama personel Koramil, personel Polsek Jila memperketat pengamanan dan penjagaan di sekitar lokasi.
Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto menambahkan, saat ini aparat melakukan peningkatan pengamanan dan pengejaran terhadap pelaku.
"Situasi di wilayah jila masih kondusif, dengan beberapa peningkatan pengamanan di titik-titik tertentu kemudian pihak aparat gabungan melakukan pengejaran kepada para pelaku," ujarnya. (*)