TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) kini mulai berkembang dari sekadar membantu pekerjaan administratif hingga mendukung interaksi perusahaan dengan pelanggan.
Salah satu teknologi yang mulai banyak diperhatikan adalah AI Voice Agent, yang memungkinkan perusahaan mengotomatisasi percakapan berbasis suara untuk menangani berbagai kebutuhan komunikasi.
Tren tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan AI agents dalam layanan pelanggan.
Baca juga: Perempuan Didorong Kuasai AI untuk Tingkatkan Produktivitas
Survei Salesforce pada 2026 terhadap lebih dari 3.000 profesional layanan pelanggan menunjukkan penggunaan AI agents di organisasi layanan pelanggan meningkat 1,7 kali dalam setahun, dari 39 persen pada 2025 menjadi 66 persen pada 2026.
Voice AI juga mulai diterapkan dalam berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari layanan pelanggan, penjadwalan, penerimaan permintaan, hingga kualifikasi calon pelanggan.
Perkembangan ini menunjukkan penggunaan AI mulai bergeser dari sekadar chatbot menuju sistem yang dapat menangani interaksi secara lebih langsung. (Botco.ai)
Di tengah tren tersebut, Direktur PT Neo Karya Internasional Kurnia Elly Pristyadi mengatakan AI Voice Agent dapat digunakan untuk menangani percakapan dalam jumlah besar, terutama untuk interaksi yang bersifat berulang.
"Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem yang telah digunakan perusahaan sehingga proses komunikasi dapat berjalan lebih konsisten," kata Kurnia dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, penerapan AI Voice Agent dapat membantu perusahaan menangani kebutuhan komunikasi pelanggan tanpa seluruh proses harus dilakukan secara manual.
Baca juga: Akui AI Tak Terhindarkan, Rano Karno Berusaha Manfaatkan untuk Karya Film
Teknologi tersebut juga memungkinkan sumber daya manusia lebih difokuskan pada pekerjaan yang membutuhkan pengambilan keputusan maupun penanganan persoalan yang lebih kompleks.
Kurnia mengatakan pengembangan AI Voice Agent merupakan bagian dari upaya menyesuaikan pemanfaatan teknologi dengan kebutuhan operasional perusahaan.
"Melalui kolaborasi dengan AI Rudder, kami memperkuat portofolio solusi kami dengan AI Voice Agent untuk membantu pelanggan meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, Country Manager AI Rudder Indonesia Michael Ignetius Kauw mengatakan AI Voice Agent menjadi salah satu bentuk pemanfaatan AI yang dapat diterapkan dalam proses bisnis.
Menurut Michael, penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing perusahaan, termasuk jenis interaksi yang akan diotomatisasi serta sistem yang telah digunakan.
Dengan demikian, penerapan AI Voice Agent tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknologi dalam memahami dan merespons suara, tetapi juga bagaimana sistem tersebut terhubung dengan proses bisnis yang sudah berjalan.
Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa penerapan AI di dunia usaha mulai mengarah pada otomatisasi tugas yang lebih spesifik.
Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada kesiapan sistem, kualitas data, kebutuhan perusahaan, serta pengawasan manusia dalam menangani situasi yang tidak dapat diselesaikan secara otomatis.