POSBELITUNG.CO - Sosok Susanah, warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak jadi sorotan publik usai diundang dalam Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat (14/8/2026).
Nama Susanah sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan sebagai pengupas bawang berupah Rp700 ribu per kilogram, yang belakangan memicu simpang siur dan reaksi nyinyir netizen di media sosial.
Merasa ibunya menjadi korban salah paham, anak dan keluarga Susanah akhirnya buka suara memberikan klarifikasi.
Baca juga: Spesial HUT ke-81 RI: Cek Rincian Harga BBM Pertamina 17 Agustus 2026 seluruh Indonesia
Pihak keluarga menegaskan bahwa Susanah sebenarnya bekerja sebagai penjahit kain lap dengan upah Rp700 per kilogram, bukan pengupas bawang.
Simak pengakuan lengkap keluarga terkait kronologi undangan hingga penghasilan aslinya di sini.
Beginilah nasib Susanah usai viral kini dinyinyiri.
Bahkan ada yang mempertanyakan apakah Susanah dibayar untuk berbohong.
Anak Susanah pun langsung membela ibunya.
Menurutnya, sang ibu pun kaget saat disebut sebagai pengupas bawang.
Sebelumnya Susanah viral usai disebut Prabowo mendapat upah Rp700 ribu perkilogram sebagai pengupas bawang.
Kini keluarga menegaskan bahwa isu tersebut adalah tidak benar.
Susanah pun mendapatkan hujatan pasca viral.
Anak hingga ipar Susanah pun membongkar fakta yang tak banyak diketahui publik terutama netizen nyinyir.
Diwartakan sebelumnya, viral sosok Susanah, warga Kampung Ciuncal RT 001 RW 004, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor diundang dalam Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat (14/8/2026).
Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan sosok Susanah sebagai wanita asal Bogor yang berprofesi sebagai pengupas bawang.
Kata Prabowo, Susanah mendapatkan upah Rp700 ribu perkilogram dari mengupas bawang.
Pernyataan Prabowo itu sontak membuat publik terkejut karena dinilai keliru.
Sebab aslinya upah dari pengupas bawang tak sampai ratusan ribu perkilogram.
Hal itu lah yang belakangan membuat sosok Susanah jadi bulan-bulanan netizen di media sosial.
Terlihat di unggahan Instagram Tribun Bogor soal sosok Susanah, banyak netizen yang nyinyir dengan wanita 38 tahun itu.
Hingga akhirnya ada akun bernama @dstt241 yang mengaku anak Susanah dan memberikan beberapa klarifikasi.
Dalam penjelasannya, akun tersebut membongkar fakta soal profesi asli Susanah yang ternyata bukan pengupas bawang.
Anak Susanah menyebut bahwa ibunya adalah penjahit, bukan pengupas bawang.
"Dibayar brpa sih Bu, sampe mau diajak bohong," kata netizen.
"Sorry ka itu ibu saya, beliau juga kaget pas dibilang pengupas bawang, beliau juga sudah klarif pekerjaan sebenarnya," kata diduga anak Susanah.
"mmh saya kerjanya jahit ka bukan kupas bawang," sambungnya.
Lebih lanjut, akun tersebut juga mengurai alasan ibunya diundang ke istana.
"Yg jadi pertanyaan saya, atas dasar apa susanah diundang di acara tsb," tanya netizen.
"Sorry ka itu ibu saya, beliau juga kaget karena dapat undangan untuk hadir ke sana," jawab akun mengaku anak Susanah.
Kini sang ibu dihujat netizen, diduga anak Susanah mengaku menyesali momen ibunya diundang.
Awalnya Susanah menerima undangan tersebut karena menganggapnya sebuah rezeki.
"Pikiran mamah saya memang rezeki kebetulan diundang ke sana, makanya mamah saya menerima undangan itu," ungkap akun diduga anak Susanah.
Penghasilan asli Susanah
Tak cuma anak, kakak ipar Susanah, Wina juga buka suara soal sosok asli Susanah.
Ditegaskan oleh Wina, Susanah bukanlah pengupas bawang seperti yang diungkap Presiden Prabowo Subianto.
Susanah adalah seorang penjahit kain lap yang diupah Rp700 perkilogram.
Dalam sehari Susanah hanya mampu menjahit kain lap 20 kilogram.
Artinya upah yang diterima Susanah cuma Rp14 ribu perhari.
"Itu tidak benar (gajinya Rp700 ribu perkilogram bawang). Ibu Susanah itu bekerja di MBG dan juga penjahit lap majun dengan harga Rp700 perkilo. Itu tidak benar kalau dia bekerja mengupas bawang dengan harga Rp700 ribu perkilo," ujar Wina saat didatangi TribunnewsBogor.com ke rumahnya, Minggu (16/8/2026).
Bukan cuma penjahit, Susanah juga menyambi pekerjaan sebagai petugas ompreng MBG di SPPG.
Sementara itu suami Susanah sehari-hari bekerja sebagai buruh dan kuli bangunan.
"(Kerja) di SPPG sudah 7 bulanan, karena memang belum lama di SPPG daerah Bojong. (Pekerjaan utama) ini (penjahit lap). Suami kuli bangunan. Anaknya ada tiga, yang satu baru lulus anak pertama, dua masih sekolah," pungkas Wina.