Antar Jenazah ke Meliau, Ambulans RSUD dr Soedarso Masuk Jurang, Sopir Meninggal
Hari Widodo August 17, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Sopir alami sakit perut hingga tak sadarkan diri membuat mobil ambulans RSUD dr. Soedarso Pontianak  melabar keluar dari badan jalan dan tergelincir masuk ke dalam jurang.

Insiden yang membuat sopir ambulans yakni Septian Rony meninggal dunia itu terjadi di di ruas jalan PKS-Kedondong, kawasan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu, 16 Agustus 2026.

Direktur RSUD dr. Soedarso Pontianak, Hary Agung Tjahyadi, membenarkan musibah yang menyebabkan sopir ambulans itu meninggal.

Ia mengatakan, sebelum memulai perjalanan menuju Melawi, mobil ambulans tersebut Rony dalam kondisi sehat.

Baca juga: Kecelakaan Truk Tangki dan Sejumlah Pemotor di A Yani Km 30 Banjarbaru, 10 Orang Dilarikan ke RS

Sebelum berangkat, Rony juga tidak menyampaikan adanya keluhan kesehatan.

 “Beliau berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi tidak ada keluhan sakit. Sebelum berangkat, beliau sempat makan dan minum bersama pengemudi ambulans lainnya,” kata Hary.

Setelah memperoleh izin dari koordinator layanan ambulans, Rony kemudian membawa jenazah menuju Melawi.

Dalam ambulans tersebut juga terdapat keluarga jenazah yang ikut mendampingi perjalanan.

Musibah terjadi ketika ambulans melintasi ruas jalan yang menanjak di wilayah Melawi.

Saat itu, kondisi kesehatan Rony tiba-tiba menurun. Ia sempat mengeluhkan sakit pada bagian perut dan mengalami keringat dingin sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

“Di perjalanan, ketika jalan menanjak, beliau merasa sakit perut dan keringat dingin. Kemudian beliau tidak sadarkan diri,” ujar Hary.

Rony yang kehilangan kesadaran membuat kendaraan tidak lagi terkendali. Ambulans kemudian bergerak mundur hingga tergelincir dan masuk ke jurang.

 Dalam kejadian tersebut, Rony meninggal dunia. Sementara jenazah yang tengah diantarkan tetap berada di dalam ambulans bersama pihak keluarga yang mendampingi perjalanan.

Hary mengatakan pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab Rony tiba-tiba kehilangan kesadaran. Saat ini, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan faktor medis yang menyebabkan kondisi tersebut.

“Jenazah saat ini dilakukan pemeriksaan visum luar oleh dokter forensik RSUD dr. Soedarso untuk mengetahui faktor-faktor yang kemungkinan menyebabkan beliau tidak sadarkan diri dan meninggal,” katanya.

Baca juga: Aksi Heroik Guru di Ponpes Rakha Amuntai HSU Kalsel saat Apel 17 Agustus 2026, Panjat Tiang Bendera

Menurut Hary, Rony merupakan pengemudi ambulans yang telah dibekali pelatihan serta sertifikasi khusus sebagai driver ambulans.

RSUD dr. Soedarso menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Rony. Jenazah rencananya dimakamkan pada Selasa 18 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WIB dari rumah duka. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.