Bekali Keterampilan UMKM Pemprov Sulbar Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Binaan Rutan Mamuju
Ilham Mulyawan August 17, 2026 04:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - "Bisa memiliki nilai tambah di masyarakat," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Juanda Maulana usai menerahkan remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju, Senin (17/8/2026).

Mantan Kepala Bapperida Sulawesi Barat itu mendorong penguatan pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan, agar memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Baca juga: Kisah Haru Danton Paskibra Mamuju Tengah Ada Doa dan Rindu Mendalam untuk Almarhumah Ibu

Baca juga: Pasca Gempa NTT PMI dan Kecamatan Reok Operasikan RS Lapangan 24 Jam

Kata Junda, proses pembinaan tidak hanya bertujuan membuat warga binaan menjadi lebih baik secara mental, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang dapat menjadi modal ketika kembali ke masyarakat.

Ia juga mengapresiasi para petugas lapangan yang selama ini melakukan pembinaan terhadap warga binaan sehingga proses pembinaan dapat berjalan aman dan tertib.

Juanda menilai keberhasilan pembinaan tidak terlepas dari kerja sama antara warga binaan, petugas pemasyarakatan dan pemerintah.

Menurutnya, berbagai hasil pembinaan seperti kegiatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bukti bahwa proses pembinaan dapat memberikan keterampilan produktif bagi warga binaan.

Pemprov Sulbar, kata Juanda, siap memberikan dukungan terhadap berbagai program yang dapat meningkatkan kreativitas dan kemandirian warga binaan.

Salah satu bentuk dukungan yang akan didorong yakni melalui penguatan sektor UMKM. Pemprov Sulbar akan melibatkan organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag), untuk membantu mengembangkan usaha warga binaan.

Sertifikasi Halal

Selain pembinaan usaha, pemerintah juga dapat membantu warga binaan dalam memenuhi berbagai persyaratan administrasi dan legalitas produk.

Termasuk fasilitasi sertifikasi halal apabila produk UMKM warga binaan belum memilikinya, serta membantu proses registrasi lainnya yang diperlukan.

Dukungan juga akan diarahkan pada aspek pemasaran agar produk hasil pembinaan tidak hanya diproduksi, tetapi mampu memiliki pasar dan memberikan nilai ekonomi bagi warga binaan.

Ia berharap penguatan UMKM warga binaan dapat menjadi salah satu target pembinaan yang berkelanjutan, sehingga mereka memiliki bekal ekonomi ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.