Naik 6,75 Persen, BKSDA Kalsel Sebut Populasi Bekantan di Wilayah Konservasi Capai 1.281 Ekor
Ratino Taufik August 17, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Populasi bekantan di sejumlah konservasi Kalimantan Selatan menunjukkan tren peningkatan.

Berdasarkan pemantauan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel, populasi satwa endemik berhidung panjang itu pada 2025 mencapai 1.281 individu. Angka tersebut meningkat 6,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BKSDA Kalsel, drh Agus Ngurah Krisna Kepakisan mengatakan, peningkatan populasi itu menjadi salah satu perkembangan dalam upaya perlindungan bekantan di kawasan konservasi.

“BKSDA Kalsel melakukan pemantauan secara berkala pada beberapa kawasan konservasi yang menjadi habitat bekantan yang memiliki luasan kurang lebih 92 ribu hektare,” katanya, Senin (17/8/2026).

Meski demikian, persoalan habitat bekantan belum sepenuhnya selesai. Agus mengakui fragmentasi habitat masih banyak terjadi pada kawasan hutan dan areal penggunaan lain yang berada di luar kawasan konservasi.

Baca juga: Fauzi Bebas di Hari Kemerdekaan, 159 WBP Rutan Kandangan HSS Terima Remisi

“Fragmentasi habitat umumnya merupakan dampak dari berbagai kepentingan di luar kehutanan,” kata Agus.

Menurutnya, penanganan habitat yang tergragmentasi, termasuk untuk memastikan koridor satwa tetap terhubung, memerlukan kerja sama lintas sektor sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Persoalan habitat juga menjadi bagian dari tantangan konservasi di Kalsel secara umum. Kawasan konservasi yang dikelola BKSDA didominasi ekosistem lahan basah berupa rawa dan mangrove, selain hutan tropis dataran rendah.

Untuk ekosistem mangrove, aktivitas tambak disebut menjadi salah satu penyumbang terbesar degradasi. Kondisi yang cukup mengkhawatirkan antara lain terdapat di Cagar Alam Teluk Kelumpang, Selat Laut dan Selat Sebuku yang berada di Kabupaten Tanahbumbu dan Kotabaru.

“Selain aktivitas tambak ilegal, juga karena dinamika pembangunan yang memerlukan sinkronisasi kepentingan,” ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.