BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sorak-sorai dan gelak tawa mewarnai keseruan lomba 17-an di Kampung Kerokan, Jalan Zafri Zamzam, dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Anak-anak tampak berbaris untuk meramaikan lomba jalan di bambu. Satu per satu mencoba menapaki bambu yang berbentuk tabung dengan panjang kurang lebih dua meter.
Untuk lebih menantang, panitia sengaja menambahkan oli dan sabun cuci piring, agar bagian ujung bambu menjadi licin dan sulit dilewati peserta lomba.
Di akhir bambu, ada sejumlah hadiah yang bisa diambil, digantung bak panjat pinang. Di antaranya ada baskom, teko, celana, baju, uang tunai, hingga televisi.
Sejumlah bocah mencoba berjalan di atas bambu itu, namun hampir seluruhnya tercebur ke sungai namun dengan ketinggian yang dangkal.
Hingga ada satu anak yang berhasil sampai di ujung bambu, ialah Ahmad Baihaqi (13), sukses melewati bambu dan mencomot tiga hadiah.
Meski tubuhnya basah kuyup dan berlumur lumpur usai menaklukkan rintangan batang kayu licin di atas air, remaja ini sukses membawa pulang berbagai jenis hadiah menarik.
Baca juga: SDN Rantau Kiwa 1 Tapin Kembali Juara Karnaval Kemerdekaan, Tujuh Kali Raih Terbaik Pertama
Setelah diunboxing, Baihaqi mendapatkan uang tunai Rp50.000 yang dibungkus dalam kotak, celana panjang yang dibungkus plastik, bingkisan snack, serta baskom.
Ia mengungkapkan strateginya hingga bisa mencapai titik akhir, Baihaqi mengaku harus merangkak dan menjaga keseimbangan secara ekstra.
"Saya di tengah-tengah merangkak. Pas sudah mau dekat ujung, jalannya licin banget, jadi refleks langsung memeluk kayu," ungkap Baihaqi dengan raut wajah gembira.
Warga setempat pun ikut meramaikan lomba jalan di bambu, untuk mendukung anak maupun teman-temannya yang ikut lomba.
Paniti Penyelenggara, Agus Ramdani menjelaskan, perlombaan unik jalan di bambu digelar sebagai sarana hiburan bagi warga dan anak-anak di Jalan Zafri Zamzam.
Kegiatan ini diadakan untuk menghadirkan kemeriahan serta keseruan khas momen 17-an.
"Untuk hari ini kita adakan lomba jalan di bambu untuk memeriahkan 17-an kemerdekaan kita ini, ya untuk hiburan warga lah," ujar Agus.
Dipaparkannya, perlombaan ini sepintas memiliki konsep serupa dengan panjat pinang. Bedanya, peserta tidak memanjat secara vertikal, melainkan harus menjaga keseimbangan dengan berjalan di atas batang bambu yang dipasang mendatar di atas air.
Pihak panitia pun menyiapkan berbagai jenis hadiah menarik yang digantung di area perlombaan, ada TV, uang tunai, baju, celana, sampai makanan-makanan.
Selain anak-anak dan remaja, semua warga, diperbolehkan ikut serta. Jalurnya yang licin menjadi tantangan tersendiri bagi peserta, gelak tawa serta antusiasme peserta dan warga yang menyaksikan membuat suasana perayaan lomba Hari Kemerdekaan berlangsung makin semarak. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)