TRIBUNJATIM.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengusulkan tokoh dari daerah tersebut untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Tahun ini, dua nama diajukan ke pemerintah pusat, yakni ulama asal Semarang KH Sholeh Darat dan tokoh Banyumas Margono Djojohadikusumo.
Keduanya sama-sama telah melalui proses pengkajian di tingkat daerah.
Namun, proses pengusulan kedua tokoh tersebut menghadapi situasi berbeda.
Baca juga: Tak Terima Ucapan Prabowo soal Londo Ireng, Jurnalis Malang Bawa Poster Jurnalis Pahlawan Nasional
KH Sholeh Darat mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Semarang, sedangkan pengajuan Margono Djojohadikusumo disebut masih berkaitan dengan persoalan dari pihak keluarga.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah Imam Maskur membenarkan adanya dua nama yang diajukan sebagai calon Pahlawan Nasional pada tahun ini.
"Ya tahun ini ada dua nama yang diusulkan sebagai pahlawan nasional yaitu Kiai Sholeh Darat dan Margono Djojohadikusumo, mbahnya Pak Prabowo," jelas Imam, Minggu (16/8/2026).
Menurut Imam, pengajuan calon Pahlawan Nasional merupakan proses yang rutin dilakukan setiap tahun. Tahapan tersebut biasanya dilakukan untuk menyambut momentum Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November.
Untuk tahun ini, kedua nama dari Jawa Tengah tersebut telah diteruskan ke pemerintah pusat dan masih menjalani tahapan penilaian.
"Ya sedang proses," tuturnya.
Kedua tokoh tersebut diusulkan oleh kelompok masyarakat dari daerah asal masing-masing.
Sebelum masuk ke tahapan pusat, nama-nama yang diajukan terlebih dahulu melalui proses kajian di tingkat daerah.
Di balik proses tersebut, pengusulan Margono Djojohadikusumo memiliki persoalan tersendiri.
Imam menyebut pihak keluarga belum berkenan mengajukan Margono sebagai calon Pahlawan Nasional.
"Keluarga Presiden, belum mau diajukan," bebernya.
Margono Djojohadikusumo merupakan tokoh asal Banyumas yang juga dikenal sebagai kakek dari pihak ayah Presiden Prabowo Subianto.
Meski terdapat persoalan tersebut, pengajuan Margono tetap diproses oleh pemerintah daerah. Nama tersebut sebelumnya telah melalui kajian yang dilakukan di Jawa Tengah.
Pemerintah provinsi memastikan proses administratif untuk kedua calon telah dipenuhi sebelum usulan diteruskan ke pemerintah pusat.
"Secara administratif sudah memenuhi dan dua nama sudah kami kaji," tuturnya.
Berbeda dengan Margono, pengusulan KH Sholeh Darat disebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Semarang.
Tokoh yang dikenal sebagai ulama besar dan memiliki peran dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa tersebut diajukan oleh komunitas masyarakat di Kota Semarang.
Dukungan pemerintah daerah turut mengiringi proses pengusulannya.
"Ya Pemkotnya mendukung," terangnya.
Dengan dukungan tersebut, proses pengusulan KH Sholeh Darat berjalan relatif lebih lancar. Pemerintah daerah juga memastikan nama tersebut telah melalui tahapan kajian sebelum diteruskan ke tingkat pusat.
Baca juga: Sosok Margono Djojohadikusumo, Kakek Presiden Prabowo yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Sebelum sampai ke pemerintah pusat, kedua nama tersebut terlebih dahulu dibahas di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Imam mengatakan proses kajian dilakukan oleh tim yang dibentuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Tim tersebut bertugas menilai kelayakan tokoh yang diusulkan sebelum nama mereka diteruskan.
Hasil kajian di tingkat daerah kemudian menjadi dasar pengajuan kedua tokoh tersebut ke pemerintah pusat.
"Pengkajian dari daerah lalu kami usulkan ke pusat," terangnya.
Saat ini, keputusan mengenai pemberian gelar Pahlawan Nasional masih berada di tangan pemerintah pusat. Kedua nama tersebut masih harus melewati rangkaian tahapan penilaian sesuai ketentuan.
Jika seluruh proses berjalan lancar, KH Sholeh Darat dan Margono Djojohadikusumo berpeluang menambah daftar tokoh asal Jawa Tengah yang mendapat gelar Pahlawan Nasional.