TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Tingkat hunian kamar (occupancy rate) hotel di Bali pada bulan Agustus ini tercatat cukup memuaskan.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali mencatat rata-rata okupansi hotel di Pulau Dewata saat ini hampir menyentuh angka 80 persen, dengan wilayah Sanur dan Kabupaten Badung menjadi kontributor utama.
Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, menyatakan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali relatif stabil dan menunjukkan tren yang sangat positif, baik di segmen hotel berbintang maupun non-berbintang (melati).
"Kunjungan masih relatif stabil ya, khususnya Agustus ini. Tingkat hunian sangat bagus juga di hotel-hotel yang berbintang dan juga termasuk di yang melati juga," ujar Rai Suryawijaya usai, Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Lapangan Niti Mandala Denpasar, Bali, Senin 17 Agustus 2026.
Baca juga: PHRI Bali Ungkap Situasi Pariwisata Terkini, Kesejahteraan Tenaga Kerja Punya Keunggulan Tersendiri
Rai juga menjelaskan bahwa keterisian kamar di sejumlah kawasan favorit wisatawan bahkan melebihi rata-rata provinsi. Kawasan Sanur dan Kabupaten Badung mencatatkan angka okupansi tertinggi.
"Saat ini hampir 80 persen rata-rata. Saya pikir Bali ya rata-rata. Kalau saya bicara selalu Bali, tidak pakai ukuran hanya Badung,”
“Kalau Badung mungkin melebihi, dan Sanur juga cukup bagus ya. Sanur bahkan hampir 90 persen dan Badung 80 persen dan di tempat lain, Ubud mungkin 60 sampai 70 persen di tempat lain agak turun," ungkapnya.
Baca juga: Walikota Jaya Negara Pimpin Apel HUT ke-81 RI di Lumintang Denpasar, Sampaikan Duka Musibah NTT
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Badung masih menjadi barometer utama industri akomodasi dan pariwisata di Bali karena memegang porsi terbesar penyediaan kamar hotel.
"Tapi betul barometernya kan Badung, karena Badung-lah yang terbesar akomodasi pariwisatanya dari total 160.000 hotel room yang ada di Bali, 71 persennya ada di Kabupaten Badung," terangnya.
Baca juga: Persib Bandung vs Bali United, Igor Tolic Uji Pemain Baru, Peralta Tebar Ancaman
Meningkatnya tren hunian di hotel-hotel berbintang juga dinilai sebagai indikator positif bahwa Bali mulai berhasil menggaet wisatawan mancanegara bernilai tinggi (quality tourists) yang memiliki daya beli kuat.
"Iya iya, betul. Jadi, kalau kita lihat banyak wisatawan tinggal di hotel-hotel berbintang, artinya daya belinya cukup tinggi ya,”
“Berarti yang spending-nya sangat bagus yang datang, bukan yang kelas ecek-ecek," tegas Rai Suryawijaya.
Di sisi lain, terkait maraknya keluhan dan kasus wisatawan asing yang melanggar aturan di Bali, PHRI Bali menyambut baik langkah tegas dari aparat penegak hukum dan pihak imigrasi yang gencar melakukan penertiban dan tindakan hukum.
"WNA WNA yang nakal itu sudah dilakukan tindakan sekarang. Imigrasi banyak menangkap WNA itu dan melakukan deportasi," tutupnya. (*)