Tribunlampung.co.id, Maumere - Gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, hingga Senin (17/8/2026) telah menewaskan sedikitnya 55 orang korban jiwa.
Bencana yang berpusat di 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo ini mengguncang kawasan Pulau Flores sejak Sabtu (15/8/2026) pagi pukul 05.58 WITA.
Guncangan gempa dangkal berkedalaman 15 kilometer tersebut memicu kerusakan masif pada ribuan permukiman warga serta berbagai fasilitas umum di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Ngada, hingga Nagekeo.
Akibat hancurnya ribuan bangunan tempat tinggal, ribuan warga di berbagai daerah terdampak kini terpaksa melarikan diri dan bertahan di kamp-kamp pengungsian darurat.
Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi NTT mencatat Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi wilayah dengan dampak kerusakan serta jumlah korban jiwa terbanyak.
Tim SAR gabungan bersama pemerintah daerah saat ini bergerak cepat mendistribusikan bantuan logistik darurat seperti tenda, beras, selimut, obat-obatan, dan mendirikan dapur umum.
Pendataan jumlah korban serta penyaluran bantuan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan mengingat data dampak bencana dimungkinkan masih akan terus berkembang.
Baca selengkapnya Gempa Flores: 55 Orang Meninggal, Ribuan Mengungsi, Ribuan Rumah dan Ratusan Fasilitas Umum Rusak