TRIBUNNEWS.COM - Pembalap Honda, Luca Marini, mengkritik padatnya kalender MotoGP dan menilai perlu ada perubahan agar pembalap memiliki waktu istirahat serta persiapan yang lebih baik.
Marini tidak melihat pengurangan jumlah balapan sebagai solusi utama, tapi mengusulkan agar kalender balap dipadatkan sehingga jeda antarmusim bisa dibuat lebih panjang.
Kalender MotoGP 2026 sendiri berlangsung selama sekitar 9 bulan dengan musim dimulai pada akhir Februari dan terus bergulir hingga akhir November.
Situasi tersebut membuat waktu istirahat pembalap menjadi sangat terbatas karena kurang dari dua bulan setelah musim berakhir, para tim kembali memasuki persiapan musim baru.
Tes pramusim di Sepang bahkan diperkirakan kembali berlangsung pada awal Februari seperti biasanya, sehingga jeda panjang yang diharapkan Marini sulit didapatkan.
Menurutnya, permasalahan tersebut perlu mendapat perhatian karena pembalap tidak hanya membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik setelah satu musim penuh.
Baca juga: Pedro Acosta Bicara soal MotoGP Radio, Earplug Baru Diuji di Sachsenring dan Silverstone
Marini menilai memperkecil jumlah balapan memang menjadi cara paling mudah untuk menciptakan ruang pada jeda antarmusim.
Akan tetapi ia menawarkan pendekatan berbeda yang tidak mengorbankan jumlah seri.
Pembalap asal Italia tersebut menyarankan agar jumlah balapan yang kurang lebih sama dimainkan dalam periode yang lebih singkat sehingga jeda musim dingin dapat diperpanjang.
"Menurut saya, rangkaian kegiatan sepanjang tahun tidak ideal," kata Luca Marini kepada Speedweek yang dikutip Crash.
"Saya pikir kita harus menempatkan balapan lebih berdekatan dan mencoba menciptakan jeda yang lebih panjang pada musim dingin," lanjutnya.
Usulan tersebut berarti MotoGP tidak harus mengurangi jumlah balapan dalam satu musim, tetapi mengatur ulang kalender agar lebih padat.
Marini menilai perubahan itu dapat memberikan keuntungan bagi pembalap yang selama ini hampir tidak memiliki waktu untuk benar-benar memulihkan diri.
Menurut Marini, minimnya waktu antara satu musim dan musim berikutnya juga membuat pembalap kesulitan melakukan peningkatan fisik secara spesifik.
"Faktanya, sekarang kami tidak memiliki waktu sama sekali untuk benar-benar memulihkan diri," katanya.
"Dan yang lebih penting, tidak ada waktu sama sekali untuk mempersiapkan diri secara khusus menghadapi musim berikutnya."
"Tidak ada waktu untuk berkembang lebih jauh," tambah Marini.
Adik Valentino Rossi mengaku tetap harus berlatih sepanjang tahun karena kalender MotoGP saat ini tidak memberikan ruang untuk benar-benar berhenti dari persiapan.
Baca juga: 10 Sirkuit Penentu Marc Marquez Kejar Gelar Juara MotoGP 2026, Ada Aragon hingga Valencia
"Dengan kalender saat ini, tidak ada jeda sama sekali, saya berlatih sepanjang tahun," kata Marini.
"Tidak mungkin untuk tidak melakukan apa pun dengan perencanaan seperti sekarang," lanjutnya.
Marini juga ingin memiliki waktu lebih banyak untuk menangani cedera secara lebih mendalam sehingga kondisi fisiknya dapat ditingkatkan setiap musim.
"Saya membutuhkan seluruh energi untuk siap, tetapi saya ingin memiliki lebih banyak waktu untuk menangani cedera lama secara lebih konkret, misalnya," tuturnya.
"Saya juga ingin meningkatkan kondisi fisik dari musim ke musim, tetapi hal itu membutuhkan waktu untuk menjalani program fisioterapi yang spesifik," pungkas Marini.
Dengan kalender MotoGP yang semakin padat dan jeda antarmusim yang semakin pendek, Marini menegaskan soal solusi tidak selalu harus berupa pengurangan jumlah balapan.
Namun caranya bisa melalui penataan kalender yang memberikan ruang pemulihan lebih layak bagi pembalap.
(Tribunnews.com/Niken)