Penyesalan Veteran Belanda Ikut Menjajah Indonesia, Bantu Kabur Pribumi dengan Tembakan Palsu
Mellinia Pranandari Putri Krist August 17, 2026 07:42 PM

- Pernah berada di pihak yang berseberangan dengan Indonesia, seorang mantan marinir Belanda justru menyanyikan Indonesia Raya.

Namanya Grijzenhout. Ia pernah bertugas di Indonesia pada masa konflik bersenjata setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945.

Puluhan tahun kemudian, dalam wawancara dengan sejarawan Marjolein van Pagee, Grijzenhout kembali mengingat pengalaman yang pernah ia jalani.

Ia bercerita tentang patroli, penangkapan dua pemuda Indonesia, kekerasan yang ia saksikan, hingga rasa bersalah yang masih ia bawa setelah perang berakhir.

Ada satu kalimat yang menjadi refleksi penting dari kesaksiannya:

“Mereka berjuang untuk kebebasan. Dan kami ingin merampasnya.”

Grijzenhout juga mengingat persahabatannya dengan seorang warga Indonesia bernama Wardi. Di tengah situasi perang, keduanya bahkan pernah bertukar pakaian sebuah momen yang kemudian diabadikan dalam foto.

Kesaksiannya juga menjadi bagian dari cerita yang lebih besar tentang bagaimana Belanda melihat kembali periode perang kemerdekaan Indonesia.

Pada 2020, Raja Belanda Willem-Alexander menyampaikan permintaan maaf atas nama Pemerintah Belanda atas kekerasan yang berlebihan selama periode konflik bersenjata di Indonesia pada 1945–1949.

Namun, jauh sebelum pengakuan itu datang di tingkat negara, pengalaman tersebut telah menjadi bagian dari ingatan pribadi orang-orang yang pernah berada di medan konflik.

Dan ketika Grijzenhout diminta mengenang kembali Indonesia, ia tidak memilih berbicara tentang senjata atau kemenangan.

Ia memilih menyanyikan Indonesia Raya.

Sebuah lagu yang menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

Inilah “Kemerdekaan dari Sudut yang Berbeda”.

Sebuah kesaksian dari seseorang yang pernah berada di seberang sejarah.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.