Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Semangat kemerdekaan dirayakan warga RT 02/03, Dusun Margajaya, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, dengan cara yang berbeda.
Memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, warga menggelar Pesta Rakyat bertajuk “Merdeka Membaca” di kawasan Komunitas Gada Membaca, Senin (17/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga dikemas untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus mengajak warga peduli terhadap lingkungan dan pentingnya budaya membaca.
Beragam kegiatan digelar, mulai dari ngobeng lauk, yakni menangkap ikan langsung di kolam tanpa menggunakan alat bantu, botram atau makan bersama, hingga hiburan babanyolan yang menghadirkan grup komedi Sunda Cucu Pe'a, Nendi Pe'i, dan Tarum Pe'e.
Baca juga: Cerita Risma, Pengibar Bendera yang Rasakan Tegang saat Upacara di Tengah Danau Lembur Galuh Ciamis
Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembukaan Lapak Berkah berupa gerobak usaha bagi anggota Komunitas Gada Membaca.
Bantuan gerobak tersebut berasal dari JNE melalui Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Provinsi Jawa Barat.
Ketua RT 02/03, Dusun Margajaya, Hendri, mengatakan Pesta Rakyat digelar sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan warga.
“Ngobeng lauk ini melibatkan warga dan tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi. Dengan adanya acara ini, diharapkan persatuan warga semakin kuat,” kata Hendri.
Menurutnya, setelah kegiatan ngobeng lauk, warga juga mengikuti botram. Setiap warga membawa makanan dari rumah untuk kemudian disantap bersama.
“Jadi makanan dibawa masing-masing warga, kemudian kita makan bersama dan saling mencicipi makanan yang dibawa,” ujarnya.
Hendri menyebut sebagian besar biaya kegiatan berasal dari swadaya masyarakat RT 02, RW 03.
Meski demikian, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah donatur dari luar lingkungan warga.
Sementara itu, pembukaan Kantin Dawuan menjadi salah satu rangkaian Pesta Rakyat “Merdeka Membaca”.
Gerobak untuk berjualan tersebut merupakan bantuan JNE melalui IZI Jawa Barat.
Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat IZI Provinsi Jawa Barat, Risniati Dewi, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha.
“Melalui bantuan lapak atau gerobak yang diberikan oleh JNE, diharapkan para penerima manfaat dapat memiliki sarana usaha yang lebih layak sehingga memudahkan mereka dalam menjalankan aktivitas berjualan dan meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Risniati.
Ia berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada manfaat jangka pendek, tetapi menjadi langkah awal bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
“Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi wasilah kemandirian bagi para penerima manfaat dan memberikan kebermanfaatan yang terus berlanjut bagi keluarga mereka,” ujarnya.
Pembina Komunitas Gada Membaca, Agus Munawar, mengatakan tema “Merdeka Membaca” dipilih untuk mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan sederhana yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Tema ini dimaksudkan agar masyarakat dapat terus melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan peka terhadap lingkungan. Mereka dapat tergerak untuk bersama-sama melakukan kebaikan dengan semangat gotong royong,” kata Agus.
Menurut Agus, kegiatan ngobeng ikan juga memiliki makna tersendiri. Warga diajak bergembira sekaligus mengambil pelajaran tentang pentingnya kesungguhan dalam berusaha.
“Ngobeng ikan ini mengandung makna sungguh-sungguh dalam berusaha. Kita menangkap ikan di kolam belakang Komunitas Gada Membaca,” ujarnya.
Ia bersyukur kolam tersebut masih mendapatkan pasokan air dari sumber mata air yang terjaga, meskipun saat ini tengah memasuki musim kemarau.
Pesan-pesan tentang mengisi kemerdekaan juga disampaikan melalui hiburan babanyolan. Dengan kemasan humor, warga diajak untuk menjaga kelestarian alam, membuang sampah pada tempatnya, rajin belajar dan membaca, memiliki kepedulian, serta membangun budaya berbagi dengan sesama.
Relawan Komunitas Gada Membaca, Qisthi, turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat “Merdeka Membaca” menjadi bagian dari upaya menjadikan kawasan komunitas sebagai ruang berkumpul, belajar, dan melakukan kegiatan positif bersama masyarakat.
Pesta Rakyat tersebut pun menjadi gambaran sederhana bagaimana perayaan kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan dengan kegiatan besar.
Dari kolam ikan, makanan yang dibawa dari rumah, hiburan, hingga gerobak usaha, warga RT 02 menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong.(*)