TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 08/04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, kedatangan tamu istimewa.
Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Republik Indonesia, Marc Gerritsen, ikut merasakan langsung kemeriahan perayaan 17 Agustus bersama warga.
Menariknya, Marc datang ke lingkungan tersebut setelah lebih dulu menghadiri upacara formal di Istana Merdeka.
Bersama keluarganya, Marc disambut Lurah Malaka Jaya Eko Purnomo Asih dan Ketua RT 08/04 Taufiq Supriadi.
Ia kemudian diajak berkeliling gang untuk melihat berbagai inovasi yang dikembangkan warga setempat.
Mulai dari penghijauan lingkungan, budi daya ikan, hingga peternakan ayam petelur menjadi perhatian Marc dalam kunjungannya.
Namun, kunjungan tersebut tidak hanya diisi dengan melihat aktivitas warga.
Marc dan keluarganya juga ikut membaur dalam berbagai perlombaan khas perayaan 17 Agustus.
Bahkan, Dubes Belanda itu turut ambil bagian dalam lomba melempar bola yang memperebutkan hadiah berupa sembako dan uang.
Ia juga berkesempatan menyerahkan hadiah kepada peserta lomba memasak ibu-ibu yang digelar di Jalan Nusa Indah IV.
Dalam kesempatan tersebut, Marc tampil mengenakan kaus putih berlogo HUT ke-81 RI dan topi merah dengan logo serupa.
Sementara istrinya mengenakan pakaian bernuansa merah putih.
Marc mengatakan, mengunjungi lingkungan masyarakat setiap perayaan 17 Agustus merupakan kegiatan yang rutin dilakukannya.
Kali ini, ia memilih Malaka Jaya untuk melihat lebih dekat kehidupan warga sekaligus merasakan suasana perayaan kemerdekaan bersama masyarakat.
"Setelah menghadiri upacara formal di Istana Merdeka hari ini, memilih mendatangi Kampung Malaka Jaya untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI langsung bersama warga lokal," ujar Marc, Senin (17/8/2026), dikutip dari laman Pemprov Jakarta.
Kunjungan tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi Marc.
Ia melihat warga Malaka Jaya telah membangun sistem ekonomi sirkular berbasis komunitas melalui berbagai kegiatan yang dilakukan secara terpadu.
Pengelolaan limbah makanan, pemanfaatan air hujan, budi daya sayuran, hingga peternakan ikan dan ayam dilakukan dengan mengandalkan semangat gotong royong warga.
Selain mengapresiasi inovasi lingkungan, Marc juga mengaku menikmati keramahan warga serta keberagaman budaya Indonesia.
Bahkan, ia menemukan adanya kemiripan antara tradisi lomba 17 Agustus di Indonesia dengan perayaan hari nasional di Belanda.
"Saya menikmati keramahan masyarakat serta keberagaman budaya Indonesia. Ada sejumlah kemiripan antara tradisi lomba 17 Agustus di Indonesia dan perayaan hari nasional di Belanda. Saya sangat senang mengikuti lomba Agustusan di wilayah ini," ungkapnya.
Kedatangan Marc ternyata menjadi kejutan bagi warga RT 08/04.
Ketua RT 08/04, Taufiq Supriadi, mengaku tidak menyangka Dubes Belanda bersama rombongan memilih datang langsung ke lingkungannya.
Terlebih, menurut Taufiq, pihaknya tidak pernah mengundang ataupun meminta Marc untuk berkunjung.
"Cukup tiba-tiba, terlebih tidak memberikan undangan atau pernah meminta beliau datang," beber Taufiq.
Bagi Taufiq, kedatangan tamu dari luar negeri tersebut menjadi motivasi tambahan bagi warga untuk terus menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan berbagai inovasi berbasis masyarakat.
Ia menyebut kunjungan Marc menjadi kunjungan tamu dari luar negeri yang ke-10 ke wilayahnya.
Taufiq pun mengajak warga memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan berbagai kegiatan positif yang dilakukan dari lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Lurah Malaka Jaya Eko Purnomo Asih turut mengapresiasi kunjungan Marc.
Ia menegaskan, kehadiran Dubes Belanda tersebut merupakan bentuk ketertarikan pribadi terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan masyarakat Malaka Jaya.
"Kami mengucapkan thank you, Mr. Marc, atas kunjungannya ke Malaka Jaya yang memang hadir ke sini atas keinginan beliau sendiri, bukan diundang," ucap Eko.
Eko berharap kunjungan tersebut semakin memotivasi warga untuk mempertahankan berbagai inovasi lingkungan yang telah berjalan.
Menurutnya, perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Perubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten dari lingkungan masing-masing justru dapat memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat.
"Lakukanlah perubahan-perubahan kecil sehingga nanti bisa berdampak lebih besar," tandasnya.