BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Saya mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bangka Belitung. Semoga semangat kemerdekaan terus menguatkan persatuan, kemandirian, dan perjuangan kita dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan,"kata Edi Nasapta, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, makna kemerdekaan harus diwujudkan secara nyata melalui kemandirian ekonomi, pemerataan pembangunan, serta keadilan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah.
Momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia juga harus menjadi bahan evaluasi bersama, sejauh mana kekayaan alam Indonesia telah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah penghasil.
Edi menyambut baik perkembangan perekonomian Bangka Belitung yang mulai menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Perekonomian Babel pada triwulan II tahun 2026 tumbuh sebesar 4,01 persen secara tahunan atau year-on-year. Dibandingkan triwulan sebelumnya, ekonomi Babel juga tumbuh sebesar 5,02 persen secara quarter-to-quarter.
“Pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik ini patut kita syukuri dan hargai. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras masyarakat bersama pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah provinsi, serta pemerintah pusat,” katanya.
Politisi NasDem ini mengingatkan keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan tersebut harus meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan, memperbaiki lingkungan, dan memperkuat kemampuan fiskal daerah.
“Semangat kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan tidak boleh hanya terlihat dalam laporan statistik, tetapi harus benar-benar dirasakan sampai ke rumah-rumah masyarakat,” tegasnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)