3 Putra Kaltim Terpilih jadi Pengibar Bendera Merah Putih dalam Upacara HUT ke-81 RI di IKN
Nur Pratama August 17, 2026 09:19 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, NUSANTARA - Tiga putra daerah Kalimantan Timur mendapat kehormatan menjadi petugas pengibar Sang Saka Merah Putih dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Nusantara, Senin (17/8/2026).

Ketiganya merupakan bagian dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Otorita Ibu Kota Nusantara yang telah dikukuhkan pada Jumat (14/8/2026).

Mereka adalah :

  • Nur Raffi Mauludy dari SMA 1 Tenggarong,
  • Faiz Haziq Akbar dari MAN 2 Kukar, dan
  • Adji Taufik Rahman dari SMA 1 Kenohan.

Dalam upacara yang berlangsung di Nusantara mulai pukul 07.30 WITA tersebut, ketiganya menjalankan tugas dalam prosesi sakral pengibaran Merah Putih dengan penuh khidmat.

Baca juga: Kepala OIKN Basuki Hadimuljono Dorong Karakter Forest City IKN Lewat Aksi Tanam Pohon Secara Rutin

Prosesi turut diiringi Korps Musik (Korsik) Brimob Polda Kaltim dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dijabat Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Kaltim Kombes Pol. Hendrik Hermawan, S.I.K., dengan Perwira Upacara Brigjen Pol. Fransiscus Barung Mangera, S.I.K.

Bagi para petugas pengibar, kesempatan tersebut menjadi pengalaman bersejarah karena mereka dipercaya mengibarkan Merah Putih di kawasan Ibu Kota Nusantara.

Nur Raffi Mauludy mengaku bangga sekaligus terhormat dapat menjadi bagian dari upacara kemerdekaan di Nusantara.

"Menjadi bagian dari sejarah pengibaran Merah Putih di Nusantara adalah suatu kehormatan luar biasa bagi kami. Hal ini menjadi pembakar semangat, terutama untuk kami generasi muda daerah, dalam berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” ungkap Nur Raffi.

Kehadiran tiga pelajar asal Kalimantan Timur sebagai petugas pengibar juga menjadi simbol keterlibatan generasi muda daerah dalam perjalanan pembangunan Nusantara sebagai ibu kota negara.

Usai upacara, Basuki menegaskan bahwa pembangunan Nusantara harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara inklusif, termasuk masyarakat adat, kelompok perempuan, hingga penyandang disabilitas.

“Pembangunan Nusantara berlandaskan pada prinsip inklusivitas. Seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat adat, kelompok perempuan, hingga penyandang disabilitas, semua harus masuk dalam konsep pembangunan ini dan sebisanya kami tangani secara inklusif,” ujar Basuki.

Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Nusantara kemudian dilanjutkan dengan Kesenian Rakyat Dalam Kebersamaan Kemerdekaan dan atraksi Budaya Nusantara. Kegiatan tersebut menampilkan Tari Etnis, peragaan Kolone Senapan Brimob Polda Kaltim, Paduan Suara Otorita IKN, serta kolaborasi angklung Svara Mandiri bersama peserta dan tamu undangan. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.