Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca juga: Antisipasi Karhutla, Lampung Selatan Perkuat Kesiapsiagaan Lintas Instansi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung mendeteksi sebanyak 48 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah Lampung berdasarkan pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20 hingga pukul 08.38 WIB.
Puluhan titik panas tersebut terdeteksi dengan tingkat kepercayaan sedang (medium confidence).
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengatakan kemunculan titik panas perlu menjadi perhatian bersama.
Meski demikian, keberadaan hotspot belum dapat dipastikan sebagai titik kebakaran.
"Meski titik panas belum tentu menandakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat dan instansi terkait diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan guna mencegah terjadinya potensi kebakaran yang meluas," kata Rudi, Senin (17/8/2026).
Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Lampung.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada pagi hari di Lampung Timur, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, dan Tulangbawang.
Sementara pada siang hingga sore hari, kondisi serupa berpotensi terjadi di Lampung Barat, Lampung Utara, Way Kanan, dan Tulangbawang.
Secara umum, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Lampung dari pagi hingga sore hari.
Memasuki malam hingga dini hari, cuaca diprakirakan dominan cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah pesisir dan bagian timur Lampung.
Rudi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan cuaca ekstrem.
"Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem seperti angin kencang dan pohon tumbang saat hujan turun," ujarnya.
Adapun suhu udara di wilayah Lampung diprakirakan berkisar 22-34 derajat celsius.
Khusus Lampung Barat dan sekitarnya, suhu berada pada kisaran 18-31 derajat celsius dengan kelembapan udara 54-98 persen.
Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan sekitar 5-38 kilometer per jam.
Sebaran 48 Titik Panas di Lampung
Berdasarkan pemantauan BMKG, titik panas tersebar di sejumlah kabupaten di Lampung.
Way Kanan menjadi salah satu wilayah dengan sebaran hotspot cukup banyak, antara lain di Kecamatan Blambangan Umpu, Kasui, Negeri Besar, dan Bahuga.
Di Tulangbawang dan Tulangbawang Barat, titik panas terdeteksi di Gedung Meneng, Menggala Timur, Pagar Dewa, Tulangbawang Tengah, dan Tulang Bawang Udik.
Sementara di Lampung Timur, hotspot terpantau di Kecamatan Jabung, Way Bungur, dan Bandar Sribhawono.
Untuk Lampung Selatan, titik panas terdeteksi di Bakauheni, Rajabasa, dan Tanjung Sari.
Kemudian di Lampung Utara, hotspot terpantau di Blambangan Pagar, Bunga Mayang, dan Sungkai Barat.
Di Lampung Tengah, titik panas terdeteksi di Bandar Mataram dan Terusan Nunyai.
Selanjutnya, wilayah Pesisir Barat dan Tanggamus juga terpantau memiliki titik panas, yakni di Pesisir Selatan, Bengkunat, Bandar Negeri Semuong, dan Pugung.
Sedangkan di Mesuji, titik panas terdeteksi di Kecamatan Tanjung Raya.
BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Masyarakat juga diminta segera meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan mengantisipasi potensi angin kencang, petir, maupun pohon tumbang saat hujan terjadi.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )