Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG----Luapkan kekecewaan karena belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, warga Wae Pesi, Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai korban gempa Flores memblokir jalan Ruteng-Reo dan cegat rombongan anggota DPRD dari Fraksi Demokrat saat perjalanan pulang dari Reo usai menyerahkan bantuan sembako bagi korban gempa bumi Flores di Kelurahan Salama, Senin 17 Agustus 2026 siang.
Warga memblokir jalan dan berteriak meluapkan kekecewaannya karena merasa tidak mendapat perhatian pasca gempa magnitudo 7,7 SR yang mengguncang wilayah tersebut. Mereka menilai penyaluran bantuan selama dua hari terakhir yang dilakukan oleh Pemerintah hanya terpusat bagi korban di Kota Reo, Kecamatan Reok saja.
"Selama dua hari setelah gempa, semua bantuan hanya berfokus di Kota Reo. Kami yang di luar kota tidak diperhatikan. Mobil-mobil bantuan hanya lewat begitu saja. Kami ini dianggap apa sebenarnya?,"teriak salah seorang warga.
"Datang bawa bantuan hanya ke Reo, ke Reo, lari lewat-lari lewat saja. Tidak lari lewat itu ko," sahut warga lainnya.
Baca juga: Anggota Fraksi Demokrat DPRD Manggarai Turun ke Reo Bantu Korban Gempa Flores
"Kami ini sudah tiga hari tidak bisa makan, karena takut gempa ini,"teriak warga lainya.
" Kami ini juga korban, bukan korban hanya yang di Reo saja, kita ini sama-sama korban gempa,"teriak warga lain.
Menanggapi aksi pemblokiran jalan dan dicegat warga tersebut, rombongan Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Manggarai langsung menghentikan kendaraan dan turun menemui warga.
Para anggota Fraksi Partai Demokrat itu kemudian meredamkan aksi warga dan berdialog dengan warga. Setelah berdialog, rombongan Partai Demokrat menyepakati dan berkomitmen untuk menyalurkan bantuan beras susulan sebanyak 500 kilogram bagi korban di Kampung Wae Pesi.
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari Fraksi Partai Demokrat, Frederikus Andi Ongkor kepada warga, dalam kesempatan itu, menyakinkan bahwa bantuan itu akan ada armada pengangkut logistik tambahan sedang dalam perjalanan.
"Mobil pengangkut beras saat ini masih dalam perjalanan. Kami berkomitmen memberikan bantuan 500 kilogram beras khusus untuk Bapak dan mama di Wae Pesi ini,"ujar Dedy Ongkor yang akrab disapa ini.
Usai mendengar penyampaian politisi asal Langke Rembong-Wae Rii itu, warga kemudian menyambut baik dan situasi kembali kondusif. Warga kemudian membuka blokade dan rombongan Fraksi Demokrat melanjutkan perjalanan pulang ke Ruteng.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Manggarai, Lexy Armanjaya, juga menegaskan, aksi warga memblokir jalan dan mencegat pihaknya termasuk semua mobil rombongan pembawa bantuan lain itu merupakan aksi yang benar, sebab mereka juga ingin mendapatkan bantuan yang sama karena mereka juga korban gempa Flores.
"Mereka tidak salah, karena dalam pikiran mereka semua bantuan ke arah Reo dan sekitarnya melewati Wae Pesi, tapi mereka tidak dianggap sebagai korban juga. Padahal mereka sangat harapkan bantuan yang sama,"ujar Lexy politisi asal Ruteng-Lelak dan Rahong Utara itu.
Karena itu, Lexy mengatakan, semua korban juga perlu diperhatikan dan diberikan bantuan yang sama.
"Harapan para korban, mereka juga perlu diperhatikan oleh pemerintah atau pihak lainnya agar memberikan bantuan buat mereka seperti para korban gempa lainnya. Tadi kami dari rombongan Fraksi Demokrat langsung berikan bantuan 500 kg beras untuk para korban di Wae Pesi,"tutupnya. (rob)