Cetak Wirausaha, Begini Visi Besar Rocket Bimbing Anak Muda Wujudkan Mimpi  Jadi Pengusaha
Hari Widodo August 17, 2026 10:05 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Peluang emas bagi anak muda Banua untuk mengepakkan sayap bisnis hingga tingkat nasional kini terbuka lebar, melalui Beasiswa Entrepreneurship Rocket.

Kolaborasi antara Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) bersama Yayasan Indonesia Setara itu tidak hanya memberikan bantuan, namun juga melakukan pendampingan hingga akses jejaring bisnis skala nasional.
 
Dipandu Jurnalis Banjarmasin Post, Kristin Juli Saputri, program Btalk edisi kali ini menghadirkan tiga narasumber.

Diantaranya Sekretaris YABN, Diah Restu Lestari, Founder & Program Director Sandination Academy, Reni Fitriani dan peserta Beasiswa Entrepreneurship Rocket 0.6, Taufik Kurniawan Eka Putra.

Ketiganya mengupas tuntas visi besar program Rocket, strategi pembentukan mentalitas wirausaha, hingga pengalaman nyata peserta dalam mengembangkan usahanya. Berikut petikan wawancaranya.

Apa yang melatarbelakangi kolaborasi antara YABN dengan SendiNation Academy?

Diah (YABN) : Latar belakang kegiatan ini sebenarnya sangat menarik. Kami berawal dari pertanyaan, Ke mana para mahasiswa ini akan melangkah setelah lulus nanti? 

Kami pun memikirkan pihak yang dapat membantu membekali kompetensi tersebut bagi para mahasiswa.

​Akhirnya, kami dipertemukan dengan SendiNation. Hanya melalui dua kali pertemuan, kami berhasil merumuskan program yang disesuaikan secara khusus untuk IBFL di ULM, sehingga program ini dapat langsung terlaksana dengan cepat.

Begitu pentingkah kewirausahaan ini bagi para generasi muda seperti mereka, Bu?

Diah (YABN) : ​Menurut kami, kewirausahaan ini berkaitan dengan pertanyaan lanjutan setelah para mahasiswa lulus, apakah mereka terserap di dunia kerja atau industri. 

Hal tersebut menjadi pemikiran bagi kami mengenai hal apa yang harus dilengkapi melalui beasiswa ini bagi seluruh penerimanya.

​Kami menyadari bahwa tidak semua mahasiswa dapat terserap di dunia kerja, baik di sektor swasta maupun sebagai pegawai negeri sipil (PNS). 

Sebagian dari mereka memiliki minat untuk menjadi wirausaha, serta memiliki kompetensi dan kemauan, tetapi belum mengetahui caranya. Oleh karena itu, kami menilai perlu membekali mereka dengan kompetensi kewirausahaan.

​Bagi kami, tujuannya bukan semata-mata agar mereka menjadi pengusaha, melainkan karena kewirausahaan merupakan kompetensi yang sangat berguna baik saat mereka menjadi pengusaha maupun profesional di berbagai sektor industri.

Melalui kewirausahaan, mereka akan diajarkan cara mencari solusi atas masalah yang dihadapi, serta menentukan solusi terbaik yang dapat ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut.

Bagaimana harapan YABN ke depan terhadap program ini ?

Diah (YABN) : Harapan kami terhadap program ini, dapat menjadi sarana bagi mereka untuk berkembang lebih tinggi, meningkatkan nilai diri, serta memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri. 

Yang terpenting, setelah mengikuti program ini, mereka dapat menyebarkan manfaat tersebut lebih luas kepada penerima manfaat lainnya.

​Meskipun belum dieksplorasi secara menyeluruh, mereka sudah ada yang memiliki karyawan atau tim.

Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka telah mampu memberikan nilai tambah bagi orang lain.

Oleh karena itu, keberhasilan ini tidak hanya berdampak bagi diri mereka sendiri, tetapi juga meluas kepada pihak lain. 

Semoga program ini tidak terbatas sampai di sini, melainkan dapat berkembang dengan cakupan yang lebih luas.

Apa yang membuat SendiNation Academy tertarik bekerjasama dengan YABN?

Reni (SendiNation) : Hubungan kerja sama antara YABN dan Adaro sudah terjalin sejak lama.

Ketika kami bertemu dan berdiskusi saat itu, kami memiliki visi dan misi yang sama, yaitu memberdayakan anak-anak muda, meskipun dengan fokus yang berbeda.

YABN berfokus pada pendidikan, sementara kami berfokus pada kepemimpinan dan kewirausahaan.

Dari perbincangan tersebut, kami sepakat untuk mengembangkan program pascabeasiswa di bidang kewirausahaan.

Akhirnya, kami memutuskan untuk berkolaborasi melalui program Roket. Rocket adalah program untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda. 

Melalui program ini, peserta yang tadinya hanya memiliki ide, angan-angan, atau sekadar bermimpi menjadi pengusaha, dapat mewujudkannya menjadi aksi nyata.
 
Kami juga membagikan kisah sukses dari para binaan kami. tahun lalu kami telah meluncurkan 250 merek dan tahun ini 350 merek. 

Semua itu dibuktikan melalui proses yang cepat hanya melalui dua kali pertemuan, kami langsung terhubung, menyusun jadwal keesokan harinya, dan langsung membuka rekrutmen. Semuanya berjalan sangat cepat dan efisien.

Apa perbedaan program Roket ini dengan program kewirausahaan pada umumnya?

Reni (SendiNation) : Sebenarnya, Rocket adalah sebuah kerangka kerja untuk membimbing seseorang menjadi pengusaha. 

Rocket mencakup nilai Rich, Optimizing, Capacity, Knowledge, Evaluation, and Transformation. Di dalam program ini, terdapat dua tahap utama. 

Tahap pertama adalah inkubasi dengan kurikulum selama enam bulan. Tahap kedua adalah akselerasi selama enam bulan. Jadi, total durasi kurikulumnya adalah 12 bulan atau satu tahun.

Selain durasinya yang efisien dan terstruktur, kami memiliki keunggulan dari sisi kurikulum di dalamnya, serta pendekatan atau metode yang digunakan. 

Pada tahap inkubasi, fokus kami adalah pembenahan sistem. 

Sebagai penerima beasiswa dan masuk lima besar, Taufik ini dari jurusan apa?

Taufik (Mahasiswa) : Saya dari jurusan Teknik Mesin. Jadi di bisnis itu sebenarnya saya tuh tidak ada basic sama sekali. Karena awalnya Teknik Mesin yang awalnya di lapangan, tiba-tiba berubah ke bisnis.

Tapi kenapa bisa berhasil?

Taufik (Mahasiswa) : Ya, karena usaha itu membuahkan hasil. Alhamdullilah, dari yang tadinya hanya punya mimpi, saya sudah punya logo, mulai masuk ke legalitas, dan memasarkan produk hingga berhasil closing pertama.

Berapa nominal omset pertama ?

Taufik (Mahasiswa) : Omset pertama saya Rp 1.500.000 saat pertama kali mendapatkan klien, dan itu happy banget.

Apakah ini berpengaruh terhadap perkuliahan ?

Taufik (Mahasiswa) : Justru adanya ini lebih menantang diri saya untuk mengatur banyak mengatur waktu itu.

Taufik mau menyampaikan apa ke teman-teman?

Taufik (Mahasiswa) : Untuk teman-teman yang memiliki ide bisnis itu, mulai aja dulu. Jadi kalau tidak dimulai itu kita tidak tahu ke depannya bagaimana. Ketika juga bisnis tersebut gagal di situlah kesempatan kita mempelajari apa kesalahan kita dan memperbaikinya.

Berikut tayangan Perbincangan Btalk Banjarmasinpost bersama Sekretaris YABN, Diah Restu Lestari, Founder & Program Director Sandination Academy, Reni Fitriani dan peserta Beasiswa Entrepreneurship Rocket 0.6, Taufik Kurniawan Eka Putra :

 (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.