TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK — "Kalau dibilang hari ini kemerdekaan, masyarakat Timbulsoko belum merdeka. Kondisi mereka saat ini jauh dari kata merdeka," ungkap pendamping warga dari Puspita Bahari, Masnuah, saat menggambarkan potret upacara HUT ke-81 RI di Timbulsoko Demak, Kabupaten Demak, Senin (17/8/2026).
Di tengah penderitaan akibat tenggelamnya pemukiman, ratusan warga Dukuh Timbulsoko, Desa Timbulsoko, Kecamatan Sayung, tetap khidmat menggelar peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Lima petugas upacara terpaksa tidak mengenakan sepatu lantaran berdiri di dalam genangan air laut setinggi pinggang orang dewasa.
Sementara itu, peserta upacara lainnya berbaris memanjang di atas jalan kayu buatan sembari membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 30 meter.
Perhelatan yang digelar di wilayah pesisir terdampak banjir rob Sayung Demak ini menjadi jeritan pesan bahwasanya masyarakat setempat belum merasakan terpenuhinya hak-hak dasar seperti akses jalan darat, fasilitas kesehatan, dan krisis air bersih.
Hingga saat ini, pemukiman yang dihuni sekitar 100 kepala keluarga (KK) atau 300 jiwa tersebut harus mengandalkan perahu untuk membawa warga sakit, ibu hamil, maupun anak-anak yang hendak pergi bersekolah.
Baca juga: Refleksi Kemerdekaan Pers: PWI Jateng Dorong Negara Anugerahi Pahlawan Nasional Almarhum Udin Bernas
Desakan Merdeka dari Krisis Iklim dan Kritik Proyek Tanggul Laut
Pendampingan hukum dari LBH Semarang menilai peringatan tahunan di kampung tenggelam Timbulsoko tersebut sebagai simbol daya tahan masyarakat dalam menghadapi krisis iklim pesisir.
Pengacara Publik LBH Semarang, Cornel Gea, menegaskan bahwa warga berupaya beradaptasi mandiri dengan membangun panggung infrastruktur kayu, bukan sekadar menggantungkan janji penanganan dari proyek infrastruktur raksasa.
"Warga Timbulsoko mulai beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan alam. Banjir itu tidak hanya datang dari laut, ada pula dari atas. Pembangunan tanggul laut tanpa menyelesaikan masalah hulu hanya akan membuat Demak jadi kubangan air," tutur Cornel.
Komitmen Pemdes dan Pesta Rakyat Timbulsoko
Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Timbulsoko, Nadhiri, menampik tudingan bahwa pemerintah desa lepas tangan. Pihaknya menyatakan tengah mengupayakan pembangunan akses jalan darat menuju permukiman warga yang ditargetkan selesai pada 2026.
Baca juga: Mati Listrik Total 4 Hari di Laut China Selatan, Kapal Perang AS USS Benfold Terombang-ambing
"Kami terus berusaha memberikan bantuan. Tahun ini semoga akses jalan masuk ke permukiman sudah bisa terealisasi agar warga tetap bisa eksis dan tidak berpindah dari kampung halaman," terang Nadhiri.
Meski dilanda keterbatasan air dan gempuran rob, perayaan upacara HUT ke-81 RI di Timbulsoko Demak dikemas sebagai perhelatan Pesta Rakyat Dukuh Timbulsoko selama tiga hari (15-17 Agustus 2026).
Acara diisi dengan diskusi krisis lingkungan, pemutaran film, panggung seni lokal, hingga penampilan grup musik nasional seperti The Brandals dan Majelis Lidah Berduri yang mendatangkan kembali para warga perantauan ke tanah kelahiran mereka. (Iwn)