HUT ke-81 RI: UMY Alih-Tugaskan 61 Mahasiswa KKN untuk Tanggap Darurat Gempa NTT
Muhammad Fatoni August 17, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengalihtugaskan 61 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi relawan tanggap darurat untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kebijakan ini diumumkan bertepatan dengan pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kampus Terpadu UMY, Bantul, Senin (17/8/2026).

Saat ini, 61 mahasiswa yang didampingi oleh dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tersebut tengah berada di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur, NTT.

Merespons musibah gempa bumi yang terjadi, program kerja KKN di lokasi tersebut langsung disesuaikan menjadi aksi kemanusiaan darurat.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UMY, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, S.IP., M.Si., menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian langsung dari pihak kampus terhadap masyarakat di daerah bencana.

“Mahasiswa kami di lokasi bencana langsung menyesuaikan program. Mereka sigap membantu warga di lapangan, salah satunya dengan mengelola dapur umum dan membantu kebutuhan darurat warga. Kehadiran 61 mahasiswa UMY ini dirasakan sangat membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Dyah usai pelaksanaan upacara bendera.

Sebagai bentuk penanganan lanjutan, UMY telah menyalurkan bantuan dana respons cepat untuk operasional di lapangan serta mengadakan penggalangan dana di lingkungan kampus.

Armada bantuan fisik juga dikirimkan secara bertahap, meliputi 20 unit tenda terpal, 100 lembar selimut, paket perlengkapan keluarga (family kit), obat-obatan, vitamin, dan sembako.

Bantuan ini disalurkan langsung kepada warga Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur melalui Tim Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) UMY yang kembali diterjunkan khusus untuk misi kemanusiaan.

Wakil Rektor UMY sekaligus pembina upacara, Prof. Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa langkah tanggap darurat ini sejalan dengan tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", di mana perguruan tinggi harus hadir mewujudkan aksi kemanusiaan yang nyata.

“Kemerdekaan ini lahir dari perjuangan para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan melalui pendidikan dan pengabdian masyarakat. Kami mengapresiasi mahasiswa KKN UMY yang tanggap membantu warga di NTT. Semoga masyarakat di sana segera pulih kembali,” tutur Slamet.

Selain aksi kemanusiaan, peringatan kemerdekaan tahun ini juga menjadi momentum bagi UMY untuk meluncurkan program prioritas “Kampus Sehat Senyaman Taman.”

Baca juga: 61 Mahasiswa UMY KKN di NTT Saat Gempa Bermagnitudo 7,7 Guncang Flores, Sempat Lari ke Bukit

Program ini dirancang untuk memperkuat identitas UMY sebagai kampus hijau (green campus) yang berorientasi pada kesehatan fisik dan mental seluruh sivitas akademika, sekaligus menyediakan fasilitas yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan yang sama, Slamet turut menyoroti peningkatan daya saing global institusinya.

Berdasarkan QS World University Rankings 2027, UMY kini menempati peringkat ke-14 secara nasional, sekaligus mengukuhkan diri sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terbaik Kedua dan Kampus Islam Terbaik di Indonesia. 

Kampus ini kini mewadahi mahasiswa dari seluruh provinsi di Indonesia dan 184 mahasiswa internasional dari 36 negara.

Menjelang target transformasi sebagai Entrepreneurial University pada 2030, UMY terus mendorong riset agar menjadi solusi nyata bagi masyarakat, dengan catatan lebih dari 1.000 publikasi ilmiah dan 800 program pengabdian masyarakat setiap tahunnya.

“Meneladani pesan KH Ahmad Dahlan, ilmu harus melahirkan amal. UMY mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus bekerja secara profesional dan berintegritas,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.