Tribunlampung.co.id, Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan tim khusus untuk menelusuri akar penyebab melonjaknya angka pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia.
Sorotan tajam tersebut disampaikan Presiden Kelima RI saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (17/8/2026).
Langkah penelusuran ini dipicu oleh keprihatinan Megawati terhadap data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026 yang mencatat sebanyak 1.033.182 lulusan sarjana terapan, S-1, S-2, hingga S-3, belum terserap dunia kerja.
Ia secara terbuka mempertanyakan nasib lebih dari satu juta tenaga terdidik yang menganggur di tengah cita-cita kemerdekaan bangsa yang seharusnya ditandai oleh tingkat pendidikan tinggi.
Penanganan persoalan ketersediaan lapangan kerja bagi para sarjana tersebut ditegaskan Megawati sebagai bagian krusial dari pembenahan jalan peradaban bangsa.
Selain menyoroti krisis ketenagakerjaan, Megawati turut mengkritik praktik penegakan hukum di tanah air yang dinilainya belum berkeadilan akibat masih maraknya penyalahgunaan kekuasaan.
Upaya penelusuran tim ini diharapkan dapat memetakan fakta lapangan guna melahirkan rekomendasi solusi konkret atas fenomena mengkhawatirkan di dunia pendidikan tinggi tersebut.
Baca selengkapnya Megawati Heran Ada Sejuta Sarjana Menganggur: "Apa Sebenarnya yang Terjadi?"