Pemuda Bantaeng Dilatih Olah Lada dan Daun Nangka Jadi Produk Bernilai Tambah
Abdul Azis Alimuddin August 17, 2026 11:06 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemuda Bantaeng dilatih mengolah lada dan daun nangka menjadi produk perawatan berbasis bahan alam lokal.

Pelatihan ini bagian dari program BANTAENG FLOOD-CARE KIT yang digagas Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Makassar, berkolaborasi dengan Politani Pangkep.

Program tersebut menggandeng DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bantaeng.

Lada dan daun nangka yang selama ini menjadi potensi sumber daya alam daerah dikembangkan menjadi Hot Cream Lada dan Shower Gel Daun Nangka.

Keduanya diarahkan menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai tambah bagi masyarakat.

Inovasi tersebut berangkat dari persoalan banjir yang kerap melanda Kabupaten Bantaeng.

Sepanjang 2025, banjir tercatat terjadi beberapa kali di sejumlah wilayah Bantaeng.

Salah satunya pada 5 Juli 2025, ketika banjir melanda Kecamatan Bantaeng, Bissappu, Uluere, dan Eremerasa.

Sebanyak 1.295 kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut.

Selain menimbulkan kerugian material, kondisi pascabanjir juga dapat memunculkan berbagai persoalan kesehatan.

Gangguan kulit menjadi salah satu persoalan yang dapat muncul setelah banjir.

Aktivitas membersihkan lingkungan pascabanjir juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan hingga nyeri pada otot.

Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu latar belakang pengembangan BANTAENG FLOOD-CARE KIT.

Tim PKM melihat potensi bahan alam lokal Bantaeng dapat dikembangkan menjadi produk yang mendukung kebutuhan masyarakat setelah bencana.

Diolah Jadi Produk Perawatan

Ketua Tim PKM, Apt. Andi Nur Zam Zam, S.Si., M.Si., mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada produk.

Pelatihan juga ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda KNPI dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di daerahnya.

"Melalui BANTAENG FLOOD-CARE KIT, kami ingin pemuda DPD KNPI mampu mengolah potensi lokal, khususnya lada dan daun nangka, menjadi produk yang memiliki nilai guna," ujarnya, Senin (17/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai berbagai permasalahan kesehatan yang dapat muncul setelah bencana.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan bahan alam sebagai bagian dari pengembangan produk.

Selanjutnya, peserta terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan produk.

Mulai dari penyiapan bahan, proses ekstraksi, formulasi hingga pengemasan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan.

Hot Cream Lada dikembangkan sebagai produk perawatan topikal yang memberikan sensasi hangat dan kenyamanan pada otot.

Sementara Shower Gel Daun Nangka dikembangkan sebagai produk pembersih kulit berbahan alam.

Melalui pelatihan tersebut, pemuda KNPI tidak hanya diperkenalkan pada produk yang sudah jadi.

Mereka juga dibekali keterampilan untuk memahami proses pembuatannya sehingga diharapkan dapat mengembangkan produk secara mandiri.

Tim PKM diketuai Andi Nur Zam Zam.

Anggotanya yakni apt. Musdalifah, S.Si., M.Si., dari Program Studi Farmasi UI-Makassar dan Nur Haya Kusmiah, S.P., M.P., dari Politani Pangkep.

Sejumlah mahasiswa Farmasi UI-Makassar juga dilibatkan dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan.

KNPI Bantaeng Siap Kembangkan Produk Berbahan Alam Lokal

Ketua Umum DPD KNPI Bantaeng, Irsan Akbar, dalam kegiatan tersebut diwakili Hj. Hariani, S.Kep., Ns., M.M., selaku Ketua Bidang Kesehatan dan Penanggulangan Bencana DPD KNPI Kabupaten Bantaeng.

Hj. Hariani mengapresiasi pelatihan tersebut.

Menurutnya, program BANTAENG FLOOD-CARE KIT sejalan dengan kegiatan Bidang Kesehatan dan Penanggulangan Bencana DPD KNPI Bantaeng.

“Alhamdulillah, melalui pelatihan ini kami memperoleh ilmu dan keterampilan baru untuk mengolah lada dan daun nangka menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung kesehatan masyarakat pascabencana,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tim PKM UI-Makassar dan Politani Pangkep karena program tersebut dinilai memberikan pengetahuan baru bagi pemuda KNPI.

“Kami berterima kasih karena kegiatan ini juga sejalan dengan program Bidang Kesehatan dan Penanggulangan Bencana,” lanjutnya.

Produk yang dihasilkan dalam pelatihan tersebut kemudian dicoba langsung oleh peserta.

Respons positif diberikan peserta setelah menggunakan Hot Cream Lada dan Shower Gel Daun Nangka.

“Terima kasih kepada Tim PKM atas inovasinya. Hot cream-nya lembut di kulit dan memberikan sensasi hangat, sedangkan shower gel-nya lembut di tangan dan menghasilkan busa yang bagus,” tutur salah seorang anggota KNPI.

Tim PKM berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan.

Pemuda KNPI diharapkan dapat mengembangkan kemampuan tersebut hingga mampu memproduksi Hot Cream Lada dan Shower Gel Daun Nangka secara mandiri.

Pengembangan produk juga diharapkan membuka peluang kegiatan produktif bagi pemuda Bantaeng.

Di sisi lain, pemanfaatan lada dan daun nangka dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Dengan demikian, potensi sumber daya alam tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki manfaat lebih luas.

Melalui BANTAENG FLOOD-CARE KIT, kolaborasi UI-Makassar, Politani Pangkep, dan DPD KNPI Bantaeng diharapkan dapat memperkuat peran pemuda dalam penanggulangan bencana.

Peran tersebut tidak hanya sebatas membantu penyaluran bantuan saat bencana terjadi.

Pemuda juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal yang dapat mendukung kesiapsiagaan serta pemulihan masyarakat setelah bencana.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.