TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta dan Persib Bandung sama-sama tengah berpacu dengan waktu untuk mematangkan kekuatan skuad menjelang kompetisi musim 2026/2027.
Kedua tim sama-sama memanfaatkan agenda pemusatan latihan dan pertandingan uji coba untuk menemukan formula permainan terbaik.
Namun, Persija dan Persib memiliki fokus berbeda dalam tahapan persiapan masing-masing.
Persija yang telah menjalani satu pekan pemusatan latihan di Hua Hin, Thailand, kini memasuki fase baru.
Skuad asuhan Shin Tae-yong akan meninggalkan Hua Hin dan menempuh perjalanan sekitar 200 kilometer menuju Bangkok.
Selama berada di Hua Hin, Denis Kolinger dan kawan-kawan mendapatkan menu latihan fisik yang cukup intensif.
Latihan dua kali sehari menjadi bagian dari program.
Sesi pagi diisi dengan latihan di gym untuk memperkuat kondisi tubuh, sedangkan latihan sore mengombinasikan aspek fisik dan taktikal.
Memasuki pekan kedua, fokus Persija mulai bergeser.
Shin Tae-yong memastikan program latihan fisik utama selama training camp telah selesai.
Setelah pindah ke Bangkok, pelatih asal Korea Selatan tersebut akan lebih banyak mematangkan aspek taktikal dan kerja sama tim.
"Saat pindah ke Bangkok, program latihan fisik dalam training camp ini sudah selesai. Selanjutnya, kami akan berfokus pada penyesuaian kondisi dan latihan tim," kata Shin Tae-yong dikutip Media Persija.
Persija juga akan menjalani dua pertandingan uji coba di Bangkok.
Laga pertama menghadapi Police Tero dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2026.
Setelah itu, Macan Kemayoran akan menghadapi Chiangrai United pada 22 Agustus 2026.
Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Shin Tae-yong untuk melihat perkembangan pemain setelah mendapatkan tempaan fisik selama satu pekan.
Pada laga pertama, fokus utama Persija adalah mengasah organisasi permainan sekaligus menyelaraskan kerja sama antarpemain.
Sementara pada pertandingan kedua, Shin Tae-yong diperkirakan mulai mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai komposisi terbaik yang akan dipersiapkan menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.
Meski demikian, rotasi tetap akan dilakukan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat kemampuan setiap pemain menjalankan perannya di dalam sistem permainan.
Di sisi lain, Persib Bandung juga menghadapi situasi serupa.
Maung Bandung harus memaksimalkan waktu yang tersisa untuk mematangkan skuad sebelum menghadapi Manila Digger FC dalam babak kualifikasi AFC Champions League Two pada 31 Agustus 2026.
Pelatih Persib, Igor Tolic, menyadari waktu yang dimilikinya tidak banyak.
Terlebih, skuad Persib baru benar-benar lengkap pada 16 Agustus 2026, sehari setelah pertandingan menghadapi Sabah FC dalam Dewata Challenge Series.
"Kami tak punya cukup banyak waktu untuk pertandingan tanggal 31 (Agustus). Kami hanya memiliki 15 hari," ujar Tolic.
Dengan kondisi tersebut, pertandingan uji coba menjadi sangat penting bagi Persib.
Setelah menghadapi Sabah FC, Persib dijadwalkan melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (18/8/2026).
Pertandingan tersebut tidak sekadar menjadi laga persahabatan. Tolic ingin memanfaatkannya untuk melihat kesiapan seluruh pemain sekaligus menentukan formula permainan yang akan digunakan.
Dari lima pertandingan Piala Presiden 2026 dan satu laga kontra Sabah FC, Persib belum bisa menurunkan skuad secara lengkap dalam latihan.
Kondisi tersebut membuat Tolic harus memanfaatkan setiap pertandingan untuk mengevaluasi pemain.
"Kami akan memberikan kesempatan bermain untuk setiap pemain agar mereka mendapatkan kesimpulan bagaimana permainan yang akan kami pakai. Inilah fungsi pertandingan melawan Bali besok," terang Tolic.
Dengan demikian, laga melawan Bali United menjadi salah satu kesempatan penting bagi pemain Persib untuk menunjukkan kesiapan sekaligus memahami peran masing-masing dalam sistem permainan Tolic.
Persib juga harus bergerak cepat karena hanya memiliki waktu sekitar dua pekan sejak skuad komplet hingga pertandingan kualifikasi AFC Champions League Two.
Persija dan Persib kini berada dalam situasi yang hampir serupa.
Kedua tim rival tersebut sama-sama harus memanfaatkan pertandingan uji coba untuk menemukan bentuk terbaik sebelum memasuki fase kompetitif.
Persija mulai mengurangi porsi fisik dan mengalihkan perhatian kepada pematangan taktikal di Bangkok.
Sementara Persib berpacu dengan waktu untuk menyatukan skuad yang baru komplet sekaligus mempersiapkan diri menghadapi agenda Asia.