Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Kepolisian ungkap korban meninggal dunia yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Jamanis-Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (17/8/2026) siang, masih satu keluarga asal Jakarta.
"Setelah dilakukan pengecekan oleh tim medis, jadi ada dua korban meninggal dunia dan 6 korban luka masih satu keluarga berasal dari Jakarta," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Devi Budi Radiansyah kepada TribunPriangan.com.
Ia menambahkan, satu keluarga ini habis perjalanan dari Jawa Tengah menuju Jakarta. Namun, di tengah jalan mengalami kecelakaan.
"Satu keluarga ini habis dari Jawa Tengah akan pulang ke Jakarta," jelas Ipda Devi.
Baca juga: Polisi Identifikasi Warga Jakarta Korban Kecelakaan Maut di Tasikmalaya
Sementara itu, untuk dua kendaraan sudah diamankan dan kondisinya semuanya rusak parah.
"Kedua kendaraan rusak parah, dan semuanya sudah kami evakuasi menggunakan alat derek," jelas Ipda Devi.
Diketahui, dua kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas yakni Daihatsu Grandmax dengan nomor polisi (nopol) B 2080 BKN yang dikemudikan Tedi membawa 8 penumpang, bertabrakan dengan truk bernomor polisi (nopol) AA 8842 BJ yang melaju dari arah berlawanan.
Awalnya kendaraan Gran Max melaju dari arah timur (Rajapolah) sesampainya di tempat kejadian diduga tidak melihat situasi aman ketika sedang menyalip sehingga bagian depannya berbenturan dengan bagian depan truk dari arah berlawanan.
Sedangkan korban luka masih mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kota Tasikmalaya.
Korban Meninggal Jadi 4 Orang
Korban kecelakaan maut antara Minibus Daihatsu Gran Max dengan Colt Diesel bertambah menjadi empat orang, Senin (17/8/2026).
Dengan penambahan ini, total empat korban tewas yang seluruhnya merupakan rombongan keluarga penumpang Gran Max asal Kalideres, Jakarta Barat.
Daftar korban meninggal dunia masih satu keluarga yakni Rasidi (52) meninggal di lokasi teridentifikasi via KTP, Nurlaelah (50) meninggal di lokasi teridentifikasi via alat MAMBIS Inafis.
Dua lagi Rasti meninggal saat penanganan di RS Hermina (Istri Rasidi) dan Andri Rustandi (12) meninggal saat penanganan di RS Hermina (Anak Nurlaelah).
Baca juga: BREAKING NEWS - Tabrakan Adu Banteng di Tasikmalaya, 2 Meninggal dan 6 Luka
Ketua Relawan Rescue Emergency Indonesia (R2EI), Sandi Permana, membenarkan adanya penambahan dua korban tewas kiriman dari RS Hermina tersebut.
"Betul, dua korban baru yang datang ini kiriman dari RS Hermina. Sebelumnya sempat dilakukan penanganan perawatan medis di sana, namun nyawanya tidak tertolong," pungkasnya.
Pihaknya langsung mengantarkan korban meninggal dunia ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya dari RS Hermina.
"Kami mengantarkan dari RS Hermina ke kamar mayat RSUD menggunakan dua ambulans," kata Sandi dikonfirmasi TribunPriangan.com.
Sebelumnya, tim Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota sempat menggunakan alat pemindai sidik jari biometrik Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS).
Saat ini, kepolisian masih terus melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di Kalideres, Jakarta Barat, terkait penanganan jenazah dan korban luka lainnya. (*)
Baca juga: Polisi Identifikasi Warga Jakarta Korban Kecelakaan Maut di Tasikmalaya