Laporan Wartawan TribunMadura.com, Anggit Puji Widodo
TRIBUNMADURA.COM, JOMBANG - DS (27) seorang perangkat Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, belum ditemukan setelah tiba-tiba menceburkan diri ke Sungai Brantas di wilayah Desa Kebondoko, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, bersama sepeda motornya.
Saat itu, DS sedang menyeberangi sungai menggunakan perahu seorang diri pada Minggu (16/8/2026) sore.
Dua saksi sempat berupaya menolong dengan melemparkan rompi dan ban pelampung ke arah DS.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil dan korban kemudian tenggelam bersama sepeda motornya.
Tim gabungan hingga Senin (17/8/2026) siang masih menyisir aliran sungai untuk mencari keberadaan korban.
Kepala Desa Gedongombo, Lasiman, membenarkan, DS merupakan bagian dari jajaran Pemerintah Desa Gedongombo.
Menurutnya, pihak desa juga masih mengikuti proses pencarian terhadap korban yang hingga Senin (17/8/2026) siang belum ditemukan.
Baca juga: Misteri Jasad di Sungai Brantas Tulungagung, Identitas belum Terungkap, Polisi Cari Petunjuk
"Memang benar, yang menceburkan diri itu perangkat desa kami. Dia menjabat sebagai Kasi Kesra di Pemdes Gedongombo," ucap Lasiman kepada Tribun Madura Network, Senin (17/8/2026).
Lasiman mengaku belum mengetahui secara pasti persoalan yang dihadapi DS sebelum kejadian.
Dari informasi yang diterima pihak desa, korban tiba-tiba menceburkan diri ketika sedang menyeberangi Sungai Brantas menggunakan perahu.
Terkait dugaan motif, Lasiman menyebut, pihaknya hanya mengetahui adanya persoalan keluarga.
Sementara itu, muncul informasi di tengah masyarakat yang mengaitkan kejadian tersebut dengan persoalan asmara, yakni hubungan korban yang disebut tidak mendapat restu untuk menikah.
Baca juga: Diduga Terpeleset Saat Memancing, 2 Bocah di Kediri Tewas Tenggelam di Sungai Konto
"Isu yang beredar memang seperti itu. Tapi apakah benar persoalan tersebut menjadi penyebabnya, kami belum bisa memastikan," ujarnya melanjutkan.
Lasiman menambahkan, DS masih berstatus lajang dan belum pernah menikah.
Pihak keluarga maupun pemerintah desa hingga kini masih menunggu hasil pencarian yang dilakukan tim gabungan.
Hingga sekitar pukul 14.00 WIB, keberadaan DS belum diketahui.
Petugas gabungan masih menyisir aliran Sungai Brantas untuk mencari korban.
"Sampai pukul 14.00 WIB belum ditemukan. Pencarian masih dilakukan petugas gabungan. Semoga segera ditemukan," kata Lasiman.
Baca juga: Niat Mancing di Akhir Pekan Berakhir Duka, Pelajar SMK di Ponorogo Tewas Tenggelam di Sungai
Sebelumnya, DS dilaporkan menceburkan diri ke Sungai Brantas pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Saat kejadian, korban menyeberangi sungai seorang diri menggunakan perahu dari wilayah selatan Desa Kebondoko menuju arah utara Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso.
Ia juga membawa sepeda motor Honda Mega Pro.
Saat perahu baru menempuh sekitar seperempat perjalanan, ketika itu DS tiba-tiba menceburkan diri ke sungai bersama sepeda motornya.
Dua orang saksi yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha memberikan pertolongan.
Mereka melemparkan rompi dan ban pelampung ke arah korban.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Korban justru diketahui menyingkirkan alat pelampung yang dilemparkan kepadanya sebelum akhirnya tenggelam bersama sepeda motornya.
Tim gabungan kemudian melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Brantas.
Hingga Senin siang, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan.