TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertunjukan 1.500 drone di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026) malam, sukses membuat para pengunjung terpana.
Ribuan drone diterbangkan ke langit Jakarta dan membentuk berbagai rupa dengan cahaya warna-warni yang terlihat jelas dari kawasan Bundaran HI.
Kamera ponsel para pengunjung pun mengarah ke satu titik. Mereka mengabadikan pertunjukan visual yang menghiasi langit malam di tengah rangkaian perayaan Malam Merdeka.
Beragam bentuk ditampilkan dalam pertunjukan tersebut. Salah satunya lambang burung Garuda yang menjadi simbol negara Indonesia.
Penampilan drone malam ini juga memperlihatkan bentuk tangan yang mengadah dengan tulisan 'Pray For NTT', dengan narator yang mengajak masyarakat mendoakan korban bencana gempa bumi di NTT tetap dikuatkan, tegar dan segera pulih.
Tak hanya itu, drone juga membentuk gambaran tentang Indonesia dengan keragaman budaya dan kekayaan alam yang dimiliki.
Pertunjukan semakin menarik ketika drone menampilkan citra pembacaan naskah Proklamasi oleh Bapak Proklamator Republik Indonesia sekaligus Presiden pertama RI Soekarno, bersama wakilnya, Mohammad Hatta.
Pantulan cahaya dari ribuan drone membuat langit di atas Bundaran HI tampak semarak.
Para pengunjung yang memenuhi kawasan tersebut terlihat menikmati sambil mengabadikan momen melalui kamera ponsel masing-masing.
Langit Jakarta malam itu pun seolah menjadi layar raksasa yang menceritakan kembali sejumlah simbol dan perjalanan Indonesia melalui formasi cahaya dari 1.500 drone.
Pada akhir pertunjukan, tepuk tangan masyarakat yang hadir di lokasi menutup penampilan di penghujung rangkaian Malam Merdeka tersebut.
Baca juga: Meriahnya Perayaan HUT ke-81 RI di Bundaran HI, Bahlil Lempar Bunga, Tedy Bagikan Kaus
Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menyampaikan, rangkaian acara Malam Merdeka ini menggabungkan kreativitas dan teknologi, dengan melibatkan talenta dari berbagai subsektor ekonomi kreatif.
"Seluruh rangkaian ini kami rancang untuk mengajak masyarakat memperingati kemerdekaan dengan mengusung semangat kebersamaan tanpa sekat, sinergi lintas lembaga untuk satu hari bersama yang berdampak pada ekonomi rakyat," ucap Teuku Riefky, dalam konferensi pers di kawasan Bundaran HI, Senin (17/8/2026).
Selain instalasi immersive, rangkaian acara juga mencakup video mapping di Monas, karnaval kendaraan hias dari Monas menuju Bundaran HI, serta pertunjukan drone.
Terdapat video mapping di Tugu Monas yang membawa penonton menyusuri tiga fase perjalanan Indonesia, mulai dari perjuangan sebelum kemerdekaan, momentum proklamasi, hingga pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Sebanyak 13 konten ditampilkan menggunakan 32 proyektor.
Sementara itu, puncak pertunjukan teknologi akan berlangsung pada malam hari melalui drone show di kawasan Bundaran HI.
Sekitar 1.500 drone akan diterbangkan untuk membentuk konfigurasi visual yang memadukan warna, tema dan narasi dalam satu rangkaian cerita.
"Terakhir kita akan disuguhkan dengan nilai-nilai nasionalisme yang ditampilkan melalui teknologi drone show yang menghiasi langit kawasan Bundaran HI, persisnya ada di atas Hotel Kempinski dan dimulai pukul 22.00 pada malam hari ini. Sekitar 1.500 drone akan membentuk konfigurasi visual yang mengombinasikan warna, tema, narasi dalam satu kesatuan cerita," terang Menekraf.
Sebelumnya, karnaval kendaraan hias telah bergerak dari kawasan Monas menuju Bundaran HI. Sebanyak 32 kendaraan hias dilibatkan dalam parade tersebut.
Karnaval juga melibatkan sekitar 3.000 pelaku kreatif dari berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Riefky mengungkap, rangkaian tersebut dirancang bukan sekadar sebagai hiburan dalam peringatan kemerdekaan, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat dan pelaku kreatif untuk terlibat dalam perayaan.
"Kami ingin menghadirkan panggung kebangsaan yang menyatukan nasionalisme, akar budaya, kreativitas, partisipasi publik yang juga berdampak pada ekonomi kerakyatan," imbuh Riefky.