TRIBUNTRENDS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menyerukan aksi demonstrasi bertajuk #MerebutKemerdekaan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026). Seruan tersebut disampaikan sehari setelah masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-81 pada Senin (17/8/2026).
Ajakan aksi itu disampaikan BEM UI melalui akun Instagram resminya, @bemui_official, pada Senin (17/8/2026). Dalam unggahan tersebut, BEM UI menyoroti makna kemerdekaan yang dinilai tidak semestinya berhenti pada seremoni peringatan. Menurut BEM UI, kemerdekaan juga berkaitan dengan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan suara dan memperjuangkan hak-haknya.
BEM UI menilai kondisi ketika suara rakyat masih dibungkam menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian. Selain itu, mereka menyinggung hak-hak masyarakat yang dinilai masih direnggut serta ruang hidup rakyat yang semakin terbatas. Atas kondisi tersebut, BEM UI berpandangan bahwa semangat kemerdekaan perlu kembali diperjuangkan oleh masyarakat.
"Kemerdekaan bukan sekedar perayaan. Ketika suara rakyat masih dibungkam, hak-hak masih direnggut, dan ruang hidup semakin dipersempit, maka kemerdekaan tidak cukup hanya dikenang. Kemerdekaan harus diperjuangkan, kemerdekaan harus direbut kembali."
Seruan tersebut menjadi bagian dari ajakan BEM UI untuk menyatukan keresahan yang selama ini berkembang di berbagai lapisan masyarakat. Mereka berharap berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat dapat disuarakan melalui satu gerakan bersama. Karena itu, BEM UI mengajak berbagai pihak untuk merapatkan barisan dan hadir dalam aksi yang digelar di Bundaran HI.
Baca juga: Mitra MBG Diminta Tak Lagi Demo, Menko Zulhas Janji Selesaikan Nasib 13 Ribu Dapur dalam 1-2 Bulan
Ajakan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk menyampaikan aspirasi mengenai hak-hak rakyat di ruang publik.
"Keresahan yang selama ini tumbuh di berbagai ruang harus menemukan satu suara. Mari rapatkan barisan, satukan langkah, dan hadir bersama untuk menyuarakan hak-hak rakyat," tulis BEM UI dalam unggahan Instagram resminya, @bemui_official pada Senin (17/8/2026).
Melalui aksi #MerebutKemerdekaan, BEM UI ingin kembali menegaskan bahwa kemerdekaan, menurut mereka, harus diwujudkan melalui perjuangan dan keberanian menyuarakan aspirasi rakyat.
Di sisi lain, Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menyebut, BEM UI akan turun ke jalan bukan untuk merayakan kemerdekaan, tapi untuk mempertanyakan kembali tentang kondisi Indonesia setelah 81 tahun merdeka.
"Sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?" kata Yatalathof, Senin (17/8/2026), dilansir Tribun Jakarta.
Yatalathof lantas menyoroti isu pembungkaman suara rakyat, dimana banyak pemuda-pemudi yang ditangkap sewenang-wenang.
"Sementara di dalam negeri sendiri suara rakyat dibungkam dan pemuda-pemudi ditangkap sewenang-wenang," ungkap Yatalathof.
Ketua BEM UI itu menilai Indonesia kini tak hanya mengalami krisis ekonomi, tapi juga krisis kedaulatan.
"Ini bukan sekadar krisis ekonomi. Ini krisis kedaulatan," imbuhnya.
Yatalathof juga mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap belum sepenuhnya berpihak untuk kepentingan rakyat.
"Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya," kata dia.
Berikut adalah delapan tuntutan yang akan dibawa BEM UI saat aksi #MerebutKemerdekaan pada Selasa besok:
(TribunTrends/Tribunnews/Faryyanida)