LFP dihujani kritik keras setelah Lens mengalahkan PSG dalam laga Trophee des Champions yang kontroversial
Agus Firmansyah August 18, 2026 01:36 AM

LFP menuai kritik tajam setelah Lens menundukkan Paris Saint-Germain dengan skor 1-0 untuk menjuarai Trophee des Champions berkat gol Florian Thauvin. Namun, badan pengelola sepak bola Prancis itu diserang kritik besar karena menggelar pertandingan tersebut di stadion kandang Lens, meski aturan menetapkan laga harus dimainkan di venue netral.

Lens meraih trofi di tengah kontroversi venue

Lens membuka musim mereka dengan mengangkat trofi Trophee des Champions setelah menang 1-0 atas PSG. Thauvin mencetak gol penentu bagi Sang et Or, yang mampu mempertahankan keunggulan meski harus menjalani periode panjang dalam kondisi kalah jumlah pemain.

Meski demikian, hasil pertandingan itu sepenuhnya tertutupi oleh kritik keras yang diarahkan kepada LFP terkait penyelenggaraan laga. Walaupun ajang ini seharusnya digelar di tempat netral, otoritas sepak bola Prancis tersebut justru memilih memainkan pertandingan di markas Lens, Stade Bollaert-Delelis.

Ketimpangan besar suporter memicu gelombang kecaman

Keputusan untuk menggelar pertandingan di Bollaert memberikan keuntungan yang sangat besar bagi Lens saat menghadapi Les Parisiens. Menurut Madein Foot, sekitar 95 persen isi stadion dipenuhi pendukung Lens, sementara suporter PSG hanya dibatasi sebanyak 1.850 tiket di sektor tim tamu.

Atmosfer pada hari pertandingan lebih menyerupai laga kandang biasa bagi klub asal utara Prancis itu ketimbang sebuah partai puncak di venue netral. LFP juga makin memperbesar kontroversi dengan tetap mempertahankan hiburan tradisional prapertandingan dan jeda babak Lens sepanjang acara berlangsung.

Organisasi LFP berada di bawah sorotan tajam

Pengaturan tersebut sangat bertolak belakang dengan edisi 2023 kompetisi ini antara PSG dan Toulouse di Parc des Princes. Pada kesempatan itu, LFP memastikan presentasi pertandingan tetap netral dan menerapkan distribusi penonton 50-50 yang ketat untuk kedua kelompok suporter. Kekeliruan organisasi terbaru ini terjadi hampir setahun setelah sengketa sebelumnya terkait pertandingan tunda antara PSG dan Lens. Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa presiden LFP Vincent Labrune dan presiden PSG Nasser Al-Khelaifi sama-sama tidak hadir di Bollaert.

Apa berikutnya?

Saat Lens merayakan kemenangan mereka atas Les Parisiens, dampak dari penyelenggaraan pertandingan ini akan terus membayangi LFP. Keputusan untuk mengabaikan aturan venue netral kembali memicu perdebatan mengenai tata kelola dan keadilan dalam kompetisi domestik. Badan pengelola itu kini menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menjelaskan pilihannya terkait stadion tuan rumah pada edisi-edisi mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.