TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - S (56) seorang laki-laki warga Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung ditemukan tewas di aliran Sungai Brantas, Senin (17/8/2026) sore.
Sebelumnya korban dilaporkan hilang sejak pagi hari, sebelum ditemukan mengambang .
Diduga korban terjatuh ke air saat beraktivitas di sekitar Sungai Brantas desa setempat.
“Pertama kali sosok korban terlihat warga yang sedang ada di perahu penyeberangan dari arah selatan ke utara sungai,” jelas Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto.
Baca juga: Teror Pria Misterius Curi Celana Dalam di Tuban, Kisah Ibu Muda Kehilangan 27 CD di Jemuran
Saat itu tubuh korban terbawa arus dari timur ke barat dengan posisi tengkurap.
Temuan ini dilaporkan ke perangkat desa setempat, lalu diteruskan ke Polsek Ngunut.
Polisi bersama tim dari IKF RSUD dr Iskak kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan identifikasi.
“Proses evakuasi dibantu oleh warga setempat. Sementara proses pemeriksaan fisik dibantu petugas medis dari Puskesmas Ngunut,” tambah Nanang.
Jenazah langsung bisa dikenali sebagai S, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi penemuan.
Jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh S.
“Jadi korban meninggal dunia secara wajar, bukan karena kasus kekerasan fisik. Diduga meninggal karena tenggelam,” papar Nanang.
Sosok S sering beraktivitas di tepi Sungai Brantas, seperti membuang sampah atau mencari rumput.
Diduga dia terjatuh saat melakukan aktivitas seperti biasa pada Senin pagi.
Warga awalnya curiga, karena di tepi Sungai Brantas ada sepedanya, namun sosok S tidak ditemukan.
“Upaya pencarian sudah dilakukan, tapi belum berhasil. Sampai kemudian ada warga yang melihat sosok korban di aliran Sungai Brantas,” ucap Nanang.
Pihak keluarga menyatakan kejadian ini sebagai kecelakaan, dan menolak autopsi lewat surat pernyataan.
Baca juga: Pesan Bupati Mas Ipin ke Paskibraka 2026, Berkarakter untuk Bekal Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Sementara Kapolsek Ngunut, Kompol Tri Nuartiko, meminta warga berhati-hati saat beraktivitas di tepi Sungai Brantas.
Menurutnya, sungai ini arusnya kuat dan banyak pusaran yang membahayakan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada warga yang ikut membantu proses evakuasi. Laporkan kepada pihak berwenang bila ada kondisi yang memerlukan penanganan darurat,” katanya.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)