TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur RSUD dr Soedarso Pontianak, Hary Agung Tjahyadi mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab sopir ambulans, Septian Rony tiba-tiba kehilangan kesadaran dalam kecelakaan saat antar jenazah ke Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.
Saat ini, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan faktor medis yang menyebabkan kondisi tersebut.
“Jenazah saat ini dilakukan pemeriksaan visum luar oleh dokter forensik RSUD dr. Soedarso untuk mengetahui faktor-faktor yang kemungkinan menyebabkan beliau tidak sadarkan diri dan meninggal,” kata Hary Agung, Senin 17 Agustus 2026.
Hary Agung mengatakan Rony dalam kondisi sehat ketika memulai perjalanan.
Sebelum berangkat, Rony juga tidak menyampaikan adanya keluhan kesehatan.
“Beliau berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi tidak ada keluhan sakit. Sebelum berangkat, beliau sempat makan dan minum bersama pengemudi ambulans lainnya,” lanjut Hary.
Jenazah rencananya akan dimakamkan pada Selasa 18 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WIB dari rumah duka.
• Detik-detik Sopir Ambulans RSUD dr Soedarso Tewas Kecelakaan saat Antar Jenazah ke Melawi
Hary Agung mengungkap Rony membawa jenazah menuju Melawi setelah memperoleh izin dari koordinator layanan ambulans.
Dalam ambulans tersebut juga terdapat keluarga jenazah yang ikut mendampingi perjalanan.
Musibah terjadi ketika ambulans melintasi ruas jalan yang menanjak di wilayah Melawi.
Saat itu, kondisi kesehatan Rony tiba-tiba menurun.
Ia sempat mengeluhkan sakit pada bagian perut dan mengalami keringat dingin sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.
“Di perjalanan, ketika jalan menanjak, beliau merasa sakit perut dan keringat dingin. Kemudian beliau tidak sadarkan diri,” ujar Hary.
Rony yang kehilangan kesadaran membuat kendaraan tidak lagi terkendali.
Ambulans kemudian bergerak mundur hingga tergelincir dan masuk ke jurang.
Dalam kejadian tersebut, Rony meninggal dunia.
Sementara jenazah yang tengah diantarkan tetap berada di dalam ambulans bersama pihak keluarga yang mendampingi perjalanan.
(*)