Puluhan Penonton Luka dan Mobil Band Rusak, Konser Dianaria Festival di Pekalongan Ricuh
M Syofri Kurniawan August 18, 2026 06:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Konser Dianaria Festival di Panorama 25, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (15/08/2026) malam, berubah ricuh. 

Aksi lempar batu mewarnai acara musik yang menghadirkan belasan grup band tersebut.

Puluhan penonton dilaporkan mengalami luka, sementara sejumlah petugas keamanan dan polisi juga harus mendapat penanganan medis.

Bahkan, video kericuhan juga diposting di akun sosial media Instagram @pensisemarang. Kericuhan diduga dipicu penonton yang tidak mengantongi tiket berusaha menerobos masuk ke area konser.

Situasi kemudian memanas, hingga terjadi aksi saling lempar batu dari luar arena pertunjukan.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf saat dihubungi Tribunjateng.com, membenarkan adanya kericuhan tersebut.

"Konser memang memang sempat ricuh. Setahu saya gara-gara orang menumpuk, nggak beli tiket masuk," kata AKBP Rachmad, Minggu (16/08/2026).

Konser Dianaria Festival sendiri menghadirkan sejumlah grup musik, di antaranya Burgerkill, The Panturas, Rebellionrose, Superiots, Three Sixty, Romi & The Jahats, Over Distortion, Strangers, Trapinside, DKOD, Pabean Hardcore, Sun Free Day, hingga The Jeblogs.

Di tengah kericuhan, aparat kepolisian melakukan pengamanan untuk mengendalikan situasi. Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Fauzi Surya Chandra mengatakan, polisi mengamankan satu orang dalam kegiatan tersebut.

Namun, orang yang diamankan itu bukan karena terlibat dalam kerusuhan ataupun dugaan perusakan kendaraan. Polisi mengamankannya karena diduga melakukan pemalsuan tiket.

"Betul kami amankan satu orang terkait pemalsuan tiket. Untuk perusakan mobil sampai saat ini belum ada laporan," kata Fauzi.

Selain itu ada beberapa petugas kepolisian mengalami luka-luka karena terkena lemparan batu.

"Anggota saya di RSUD Kajen, mendapatkan perawatan medis," imbuhnya.

Sementara itu, dampak kericuhan dirasakan para penonton.

Berdasarkan data yang diterima Tribun Jateng, dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan mencatat sekitar 30 penonton mendapat penanganan di posko kesehatan.

Sebagian besar mengalami luka ringan, mulai dari lebam pada bagian mata, luka sobek, hingga keseleo.

Sejumlah petugas keamanan dan anggota polisi yang terluka juga mendapat penanganan di puskesmas. Namun, jumlah pasti petugas yang mengalami luka belum diketahui.

Kericuhan juga berdampak pada kendaraan milik salah satu band yang tampil. Mobil milik The Jeblogs dilaporkan terkena lemparan batu.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, The Jeblogs memperlihatkan kondisi mobil yang digunakan. Sejumlah bagian bodi terlihat penyok, sedangkan kaca depan mengalami keretakan.

"Lain kali yang kondusif, my fren. Btw, kita pulangnya gimana ini?," tulis The Jeblogs dalam unggahan tersebut.

Insiden tersebut turut mendapat sorotan dari konten kreator musik, sekaligus master of ceremony (MC) Dianaria Festival, Emyunip. Ia menyayangkan, aksi penonton yang berusaha masuk tanpa tiket hingga berujung kericuhan.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya merugikan penyelenggara, tetapi juga penonton yang telah membeli tiket dan datang untuk menikmati pertunjukan dengan tertib.

Emyunip bahkan khawatir, insiden tersebut memberikan dampak lebih panjang terhadap geliat pertunjukan musik di Kabupaten Pekalongan. Ia menilai, kericuhan dapat membuat promotor maupun musisi berpikir ulang untuk menggelar acara serupa.

"Band-band mungkin akan malas datang ke Pekalongan. Promotor-promotor juga mungkin bingung kalau mau bikin acara di Pekalongan," katanya. (Indra Dwi Purnomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.