Detik-detik Sopir Ambulans RSUD dr Soedarso Tewas Kecelakaan saat Antar Jenazah ke Melawi
Faiz Iqbal Maulid August 18, 2026 05:27 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sopir ambulans RSUD dr Soedarso Pontianak, Septian Rony meninggal dunia dalam kecelakaan menuju Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat baru-baru ini.

Ia sedang dalam perjalanan mengantarkan jenazah.

Ambulans yang ia kemudikan dilaporkan tergelincir dan masuk jurang.

Direktur RSUD dr. Soedarso Pontianak, Hary Agung Tjahyadi mengatakan Rony dalam kondisi sehat ketika memulai perjalanan. 

Sebelum berangkat, Rony juga tidak menyampaikan adanya keluhan kesehatan.

“Beliau berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi tidak ada keluhan sakit. Sebelum berangkat, beliau sempat makan dan minum bersama pengemudi ambulans lainnya,” kata Hary, Senin 17 Agustus 2026.

• Ambulans Masuk Jurang Saat Antar Jenazah ke Melawi, Sopir RSUD dr Soedarso Meninggal

Hary Agung Ungkap Kronologi

Hary Agung mengungkap Rony membawa jenazah menuju Melawi setelah memperoleh izin dari koordinator layanan ambulans.

Dalam ambulans tersebut juga terdapat keluarga jenazah yang ikut mendampingi perjalanan.

Musibah terjadi ketika ambulans melintasi ruas jalan yang menanjak di wilayah Melawi.

Saat itu, kondisi kesehatan Rony tiba-tiba menurun.

Ia sempat mengeluhkan sakit pada bagian perut dan mengalami keringat dingin sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

“Di perjalanan, ketika jalan menanjak, beliau merasa sakit perut dan keringat dingin. Kemudian beliau tidak sadarkan diri,” ujar Hary.

Rony yang kehilangan kesadaran membuat kendaraan tidak lagi terkendali.

Ambulans kemudian bergerak mundur hingga tergelincir dan masuk ke jurang.

Dalam kejadian tersebut, Rony meninggal dunia.

• Kronologi Tragis Sopir Ambulans Meninggal Saat Antar Jenazah, RSUD Dr Soedarso Berduka

Sementara jenazah yang tengah diantarkan tetap berada di dalam ambulans bersama pihak keluarga yang mendampingi perjalanan.

Penyebab Belum Dipastikan

Hary mengatakan pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab Rony tiba-tiba kehilangan kesadaran.

Saat ini, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan faktor medis yang menyebabkan kondisi tersebut.

“Jenazah saat ini dilakukan pemeriksaan visum luar oleh dokter forensik RSUD dr. Soedarso untuk mengetahui faktor-faktor yang kemungkinan menyebabkan beliau tidak sadarkan diri dan meninggal,” katanya.

Jenazah rencananya akan dimakamkan pada Selasa 18 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WIB dari rumah duka.

Menurut Hary, Rony merupakan pengemudi ambulans yang telah dibekali pelatihan serta sertifikasi khusus sebagai driver ambulans.

Septian Rony diketahui merupakan tenaga BLUD RSUD dr. Soedarso yang bertugas sebagai pengemudi ambulans.

Ia telah mendapatkan pelatihan khusus serta memiliki sertifikasi sebagai pengemudi ambulans.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.