SRIPOKU.COM - Berikut ini kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 9 SMP halaman 32-33 Kurikulum Merdeka Revisi.
Latihan 8
1. Carilah peristiwa atau fenomena menarik di lingkungan tempat tinggal kalian yang dapat menimbulkan pro dan kontra.
Misalnya, perayaan 17 Agustus (hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia). Jadikan peristiwa itu menjadi topik yang dapat dikembangkan menjadi teks diskusi.
2. Tulislah pendapat pro dan kontra mengenai peristiwa itu.
Misalnya, dengan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan dapat melestarikan budaya daerah karena dalam perayaan itu banyak ditampilkan seni dan olahraga tradisional (setidaknya kalau dalam peristiwa ulang tahun itu ditampilkan pertunjukan seni dan olahraga tradisional).
Di sisi lain, perayaan 17 Agustus secara meriah menghabiskan dana yang sangat besar dan waktu pesiapan yang cukup lama sehingga tenaga dan pikiran pun terkuras.
3. Berdasarkan argumen pro dan kontra itu, kembangkanlah menjadi teks diskusi yang menarik untuk dibaca.
4. Jangan lupa, berilah judul yang menarik terhadap teks diskusi tersebut.
5. Laporkan hasil pekerjaan kalian kepada guru untuk mendapat penilaian.
6. Setelah itu, secara bergiliran, bacakan di depan kelas untuk mendapat tanggapan dari teman sekelas.
Selamat bekerja!
Baca juga: 30 Soal BAB 1 Matematika Kelas 4 SD Semester 1 Kurikulum Merdeka, Bilangan Cacah sampai 10.000
Jawaban:
Topik/Judul:
Pembatasan Jam Bermain Anak di Lingkungan Permukiman
Argumen Pro:
Pembatasan jam bermain dapat membantu menjaga keamanan anak, terutama pada malam hari.
Anak memiliki waktu yang cukup untuk belajar, beristirahat, dan berkumpul bersama keluarga.
Lingkungan menjadi lebih tenang dan tertib, sehingga tidak mengganggu warga yang sedang beristirahat.
Argumen Kontra:
Pembatasan yang terlalu ketat dapat mengurangi kebebasan anak untuk bermain dan bersosialisasi dengan teman.
Tidak semua anak memiliki jadwal kegiatan yang sama sehingga aturan yang terlalu kaku bisa menyulitkan.
Bermain di luar rumah juga penting untuk kesehatan fisik, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi anak.
Resolusi:
Pembatasan jam bermain sebaiknya diterapkan secara wajar dan fleksibel, bukan melarang anak bermain sepenuhnya.
Aturan dapat disesuaikan dengan usia anak, kondisi lingkungan, dan waktu istirahat warga. Dengan demikian, anak tetap dapat bermain dan bersosialisasi, tetapi keamanan, kesehatan, serta ketertiban lingku-ngan tetap terjaga.
Teks Diskusi:
Pembatasan Jam Bermain Anak di Lingkungan Permukiman Bermain merupakan kegiatan penting bagi anak karena dapat membantu perkembangan fisik, kreativitas, dan kemampuan bersosialisasi. Namun, bermain hingga larut malam di lingkungan permukiman dapat menimbulkan berbagai persoalan.
Oleh karena itu, muncul perbedaan pendapat mengenai perlu atau tidaknya pembatasan jam bermain anak.
Pembatasan jam bermain dapat membantu menjaga keamanan anak, terutama pada malam hari ketika risiko kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan lebih besar.
Selain itu, anak dapat memiliki waktu yang cukup untuk belajar, beristirahat, dan berkumpul bersama keluarga. Pembatasan tersebut juga dapat menjaga ketenangan lingkungan sehingga tidak mengganggu warga yang sedang beristirahat.
Di sisi lain, pembatasan yang terlalu ketat dapat mengurangi kebebasan anak untuk bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya.
Bermain di luar rumah juga penting untuk menjaga kesehatan fisik, melatih kreativitas, dan mengembangkan kemampuan berinteraksi.
Selain itu, setiap anak memiliki kegiatan dan kebutuhan waktu yang berbeda sehingga aturan yang terlalu kaku belum tentu sesuai untuk semua anak.
Pembatasan jam bermain anak sebaiknya diterapkan secara wajar dan fleksibel, bukan dengan melarang anak bermain sepenuhnya.
Orang tua dan warga dapat menentukan waktu bermain yang aman dengan mempertimbangkan usia anak, kondisi lingkungan, serta waktu istirahat warga.
Dengan aturan yang disepakati bersama, anak tetap dapat bermain dan bersosialisasi tanpa mengabaikan kea-manan, kesehatan, dan ketertiban lingkungan.