Kisah Haru Pejuang Garis Dua di Palembang, Klinik Blastula IVF RS Siloam Lahirkan 600 Bayi Tabung
Odi Aria August 18, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Penantian panjang pasangan suami istri untuk mendapatkan buah hati akhirnya berbuah bahagia melalui program bayi tabung di Klinik Blastula IVF Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang.

Sejak resmi berdiri pada 21 Januari 2021, Blastula IVF telah mencatat 600 kelahiran bayi hasil program bayi tabung.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan lima tahun klinik dalam mendampingi pasangan yang tengah memperjuangkan kehadiran buah hati.

Chief Executive Officer Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Andry Sjamsu, mengatakan pencapaian 600 kelahiran bukan sekadar angka, melainkan gambaran dari perjuangan ratusan keluarga.

"Angka 600 bukan sekadar angka. Di baliknya ada 600 keluarga yang penantiannya berujung syukur, dan ratusan lainnya yang masih berjuang bersama kami hari ini," kata Andry saat ditemui di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, sejak awal berdiri, Blastula IVF berkomitmen menghadirkan layanan fertilitas berstandar internasional bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera, sehingga pasien tidak harus pergi ke Pulau Jawa maupun luar negeri untuk mendapatkan layanan bayi tabung.

Perjalanan pencapaian kelahiran bayi tabung di Blastula IVF terus meningkat. Pada awal 2024 tercatat 255 bayi, kemudian mencapai 300 kelahiran pada April 2024.

Jumlah tersebut kembali meningkat hingga menembus 500 kelahiran pada September 2025 dan akhirnya mencapai 600 kelahiran pada 2026.

Andry menyebut tingkat keberhasilan program bayi tabung di Blastula IVF secara konsisten berada di atas 68 persen.

Pasien yang menjalani program di Blastula IVF juga berasal dari berbagai daerah, mulai dari Palembang dan sejumlah wilayah di Sumatera seperti Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Medan, Pekanbaru hingga Padang.

Bahkan, pasangan dari Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan hingga luar negeri turut mempercayakan program kehamilan mereka kepada Blastula IVF di Palembang.

Rata-rata 100 Bayi Lahir Setiap Tahun

Hospital Director Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Ns. Benedikta Betty Bawaningtyas, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi antara klinisi, tim embriologi dan manajemen rumah sakit.

"Setiap tahun, rata-rata 100 bayi lahir dari program bayi tabung di Blastula IVF, dan setiap kelahiran adalah kisah perjuangan yang berbeda-beda," katanya.

Menurutnya, pelayanan fertilitas tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan tingkat keberhasilan, tetapi juga pendampingan terhadap pasien secara menyeluruh.

"Kami percaya bahwa pelayanan fertilitas bukan hanya soal teknologi dan angka keberhasilan, tetapi juga soal mendampingi pasien secara utuh, baik secara medis maupun emosional, sejak konsultasi pertama hingga hari mereka menggendong buah hatinya," ujarnya.

Blastula IVF juga terus mengembangkan teknologi dalam layanan fertilitas, salah satunya melalui metode blastula transfer, yakni transfer embrio pada tahap perkembangan hari kelima hingga keenam.

Salah satu kisah keberhasilan datang dari pasangan Fuhans dan Risnawati asal Palembang.

Setelah menjalani program bayi tabung di Blastula IVF, pasangan tersebut akhirnya dikaruniai seorang bayi laki-laki bernama Edmund Nathaniel Saputra, yang lahir pada 11 Agustus 2026.

Risnawati mengaku telah menantikan kehadiran buah hati selama lima tahun.

"Anak saya lahir dengan berat 3,3 kilogram dan tinggi 48 sentimeter. Saya memutuskan memilih melakukan bayi tabung di RS Siloam Sriwijaya Palembang karena track record-nya bagus, tingkat keberhasilan bayi tabungnya juga tinggi," kata Risnawati.

Ia mengatakan program tersebut langsung berhasil setelah menjalani proses di Blastula IVF.

"Bersyukur sekali, coba langsung jadi. Jadi dapat tujuh embrio dan dua dipakai, dapatnya satu. Jadi masih ada lima lagi, kita tabung dulu," ujarnya.

Dokter Blastula IVF Siloam Sriwijaya Palembang, dr. M. Aerul Chakra, Sp.OG-KFER, MIGS, mengatakan kelahiran bayi ke-600 menjadi bukti bahwa teknologi, pengalaman tim medis dan perjuangan pasien dapat membuka peluang bagi pasangan yang telah lama menantikan buah hati.

"Begitu ada teknologi terbaru, kami langsung aplikasikan. Kami tidak ingin pasien kami tertinggal dari perkembangan dunia fertilitas global," kata dr. Aerul.

Ia menegaskan, setiap kelahiran bayi dari program IVF bukan hanya menjadi pencapaian medis, tetapi juga simbol harapan bagi pasangan yang menjalani proses tersebut.

Blastula IVF Center RS Siloam Sriwijaya pun berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan, teknologi serta edukasi mengenai kesuburan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.