Tahun Kedua, Bendera Merah Putih Berkibar di Tebing Sumbing Gunung Kelud saat HUT ke-81 RI
Rendy Nicko August 18, 2026 05:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Bendera Merah Putih kembali berkibar di Tebing Sumbing kawasan Gunung Kelud, Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, Senin (17/8/2026).

Pengibaran tersebut menjadi bagian dari Kelud Flag Summit 2026 yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata mengatakan Kelud Flag Summit menjadi salah satu kegiatan yang secara konsisten digelar setiap tahun untuk memperingati momentum kemerdekaan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme melalui aktivitas olahraga dan alam.

Menurut Hakim, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pengibaran Bendera Merah Putih di kawasan Gunung Kelud, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat, atlet dan generasi muda untuk menguji kemampuan diri, membangun kedisiplinan serta memperkuat rasa cinta terhadap Tanah Air.

Baca juga: Jelang Hari Jadi ke-832, Bupati Arifin Ajak Masyarakat Harmoni dengan Alam Trenggalek

"Yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi proses yang dijalani. Dari proses itu anak-anak belajar bagaimana mempersiapkan diri, menghadapi rasa lelah, menjaga fokus, dan tidak mudah menyerah. Ini nilai positif yang harus terus dikembangkan," ujar Hakim, Selasa (18/8/2026). 

Kelud Flag Summit 2026 diawali dengan kegiatan Fun Run yang diikuti ratusan peserta. Sejak pukul 06.00 WIB, peserta mulai berdatangan dan berkumpul sebelum kemudian mengikuti lari menuju kawasan lereng Bukit Sumbing sekitar pukul 08.00 WIB.

Setelah menyusuri jalur menuju lokasi, peserta dan undangan mengikuti senam pagi di kawasan Tebing Sumbing. Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Pengibaran bendera berlangsung khidmat dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Upacara juga diisi pembacaan Teks Proklamasi, amanat pembina upacara dan doa.

Kegiatan pengibaran bendera di Tebing Sumbing ini bukan kali pertama dilakukan. Pada peringatan HUT ke-80 RI tahun 2025, KONI Kabupaten Kediri bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan Pemerintah Desa Sugihwaras juga menggelar pengibaran bendera berukuran 30 x 25 meter di lokasi tersebut.

Bendera berukuran besar itu dikibarkan oleh tim panjat tebing dengan dukungan komunitas pecinta alam. Tradisi tersebut kemudian kembali digelar pada momentum HUT ke-81 RI tahun ini melalui Kelud Flag Summit 2026.

Hakim menyampaikan kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga semangat nasionalisme dalam memperingati kemerdekaan Indonesia.

Dia juga memberikan apresiasi kepada tim pemanjat tebing yang terlibat dalam proses pengibaran bendera. Mereka harus melakukan persiapan sejak pagi dan menjalani tantangan di medan tebing hingga bendera berhasil dikibarkan.

Selain pengibaran bendera, Kelud Flag Summit 2026 juga menjadi ajang bagi peserta untuk menguji kemampuan. Salah satunya Jonathan Hardynata Susanto, siswa SMP Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri yang berhasil menjadi finisher pertama dalam kegiatan tersebut.

Jonathan mengaku senang, bangga dan bersyukur dapat menyelesaikan tantangan hingga garis akhir. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari persiapan fisik dan mental yang dilakukan selama kurang lebih satu bulan.

"Semua rasa lelah saat berproses persiapan dapat terbayar seketika berhasil menyelesaikan ini. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan menjadi kepuasan tersendiri bagi saya," ungkap Jonathan.

Menurut Jonathan, keikutsertaannya juga menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan dan mental. Ia ingin membuktikan bahwa tantangan yang berat dapat dilewati dengan persiapan, disiplin dan kerja keras.

Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari Hakim. Menurutnya, keberhasilan Jonathan menjadi finisher pertama menunjukkan keberanian generasi muda dalam mengambil tantangan sekaligus pentingnya persiapan sebelum mengikuti sebuah kegiatan.

"Jonathan masih pelajar, tetapi sudah berani mengambil tantangan dan mampu menyelesaikannya dengan baik. Menjadi finisher pertama bukan sesuatu yang mudah, karena membutuhkan persiapan fisik, mental, disiplin dan kemauan yang kuat," jelasnya.

Hakim berharap pengalaman yang diperoleh para peserta Kelud Flag Summit dapat menjadi bekal dalam membangun karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, keberanian, ketahanan mental dan kemampuan menjaga kondisi fisik dinilai penting untuk terus dikembangkan.

Usai upacara, suasana semakin khidmat ketika anggota Bhimapala Kabupaten Kediri membacakan puisi bertema persatuan dan nasionalisme. Pesan dalam puisi tersebut mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai persoalan.

Rangkaian Kelud Flag Summit 2026 turut dihadiri Forkopimcam Ngancar, Kepala Desa Sugihwaras, jajaran pengurus KONI Kabupaten Kediri, komunitas olahraga, atlet serta masyarakat. Kegiatan juga mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan dan Perum Perhutani.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.