Indonesia vs Palma: Hector Souto Suntik Mental Pemain, Tak Perlu Minder Lawan Juara Futsal Eropa
Drajat Sugiri August 18, 2026 06:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Futsal Indonesia kembali bersiap menghadapi ujian berat dalam rangkaian uji coba di Spanyol. 

Setelah kalah 3-5 dari O Parrulo Ferrol, skuad Garuda akan menantang Palma Futsal yang berstatus salah satu klub terbaik Eropa.

Pertandingan Indonesia vs Palma Futsal dijadwalkan berlangsung di Chantada, Spanyol, Rabu (19/8/2026) pukul 01.30 WIB.

Laga ini menjadi ujian kedua bagi tim asuhan Hector Souto setelah sebelumnya merasakan ketatnya permainan klub Spanyol.

Meski menghadapi lawan dengan reputasi jauh lebih besar, Souto meminta pemain Indonesia tidak merasa minder. 

Pelatih asal Spanyol itu justru ingin anak asuhnya melihat laga tersebut sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing.

"Siap-siap untuk pertandingan dengan intensitas sangat tinggi. Saya tidak ingin membuat kalian merasa terlalu banyak tekanan," kata Souto dalam persiapannya menjelang pertandingan.

Menurut Souto, hal terpenting adalah pemain tidak boleh masuk lapangan dengan pikiran bahwa Palma terlalu hebat sehingga Indonesia tidak mampu berbuat apa-apa.

Baca juga: Uji Coba Timnas Futsal Indonesia di Spanyol, Hector Souto Soroti Adaptasi Pemain dengan Lapangan

"Hal terburuk yang bisa kalian pikirkan adalah mereka sangat hebat dan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak, bukan seperti itu. Kita pasti bisa bersaing. Lagi-lagi kita harus berkompetisi," ujarnya dalam video yang diunggah di Instagram Timnas Futsal.

Pesan tersebut menjadi penting karena Palma Futsal memang bukan lawan sembarangan. 

Klub asal Spanyol itu telah tiga kali menjuarai UEFA Futsal Champions League dan saat ini berada di peringkat pertama Top European Futsal Club Ranking.

Karena itu, Souto meminta para pemain bersiap menghadapi pertandingan dengan tempo tinggi. 

Namun, persiapan tersebut bukan untuk membuat pemain takut, melainkan agar mereka mampu menikmati sekaligus menghadapi tantangan di level elite.

Kekalahan dari O Parrulo jadi Bahan Evaluasi

Sebelum menghadapi Palma, Indonesia lebih dulu berhadapan dengan O Parrulo Ferrol. 

Pertandingan yang berlangsung di Concello de Chantada, Sabtu (15/8/2026) dini hari WIB, berakhir dengan kekalahan 3-5.

Indonesia sebenarnya mengawali laga dengan sangat baik. Reza Gunawan membawa Garuda unggul ketika pertandingan baru berjalan satu menit.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Indonesia kemudian kehilangan kontrol permainan dan memberikan ruang kepada O Parrulo untuk berkembang.

Garuda tertinggal 1-3 pada babak pertama. Indonesia sempat mencetak dua gol tambahan melalui M. Sanjaya dan Andarias Kareth, tetapi O Parrulo tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir 5-3.

Souto mengakui timnya menunjukkan beberapa momen permainan yang bagus. Namun, ia kecewa dengan cara Indonesia kebobolan karena sejumlah gol berawal dari kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

"Tim ini bermain dengan baik di beberapa momen, bahkan benar-benar bagus. Tetapi di beberapa momen, O Parrulo bermain lebih baik," kata Souto.

Baca juga: Jadwal Uji Coba Timnas Futsal Indonesia di Spanyol, Juara Liga Champions Eropa Jadi Lawan Kedua

Ia menilai pemain Indonesia harus belajar dari kesalahan tersebut, terutama ketika menghadapi lawan yang memiliki pengalaman lebih banyak.

"Jika Anda menganalisis gol, ada situasi-situasi yang sangat mudah di mana mereka menang. Saya tidak puas dengan bagaimana kami kebobolan dalam situasi-situasi yang menurut saya seharusnya bisa dihindari," ujarnya pasca pertandingan kala itu.

Meski demikian, Souto tetap melihat sisi positif dari pertandingan tersebut. Indonesia sempat mampu mengontrol permainan, menjaga posisi dan menunjukkan kemampuan dalam situasi satu lawan satu.

Menurutnya, pengalaman menghadapi tim seperti O Parrulo penting agar pemain semakin memahami tuntutan permainan di level Eropa.

"O Parrulo adalah tim dengan banyak pengalaman dan pemain yang berpengalaman. Kami mencoba yang terbaik hari ini, dan pertandingan selanjutnya akan lebih sulit karena kami akan lebih lelah. Palma adalah tim super, tetapi kami akan mencoba yang terbaik lagi," tutur Souto.

Palma Jadi Ujian Lebih Berat

Pertandingan melawan Palma diperkirakan menjadi tantangan yang lebih berat. Selain memiliki pengalaman panjang di kompetisi Eropa, Palma juga datang dengan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama futsal dunia.

Palma menjadi juara Liga Champions Eropa dan Piala Intercontinental tiga musim beruntun, dari 2022/2023, 2023/2024, dan 2024/2025.

Namun, Souto tidak ingin status lawan membuat mental pemain Indonesia turun sebelum pertandingan dimulai. 

Sebaliknya, ia ingin laga tersebut menjadi pengalaman langsung bagi pemain untuk memahami bagaimana menghadapi tim dengan kualitas dan intensitas tinggi.

"Kita harus hidup dalam kondisi seperti ini, untuk membuat pemain kita mengerti apa yang harus kita lakukan," kata Souto.

Laga melawan Palma juga menjadi bagian dari proses panjang Indonesia menuju Piala Dunia Futsal 2028. 

Skuad Garuda telah menjalani pemusatan latihan di Jakarta sejak 27 Juli sebelum melanjutkan persiapan di Spanyol.

Indonesia datang dengan modal positif sepanjang 2026. Garuda menempati peringkat ke-14 dunia dengan 1.269,82 poin dan berhasil mencapai final Piala Asia Futsal 2026 sebelum kalah dari Iran melalui adu penalti 4-5.

Indonesia juga menjadi runner-up Piala AFF Futsal 2026 setelah kalah 1-2 dari Thailand.

Namun, pencapaian di Asia belum cukup untuk memenuhi target jangka panjang. Tim perlu mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan tempo, kualitas individu dan sistem permainan yang lebih tinggi.

Karena itu, pertandingan melawan Palma tidak hanya tentang hasil akhir. Bagi Souto, ini merupakan kesempatan untuk melihat bagaimana pemain Indonesia bereaksi ketika menghadapi salah satu klub terbaik Eropa.

Setelah Palma, Indonesia dijadwalkan menghadapi Noia Portus Apostoli pada Jumat (21/8/2026) pukul 23.00 WIB. Dua pertandingan berikutnya pada 22 dan 23 Agustus akan menyesuaikan hasil pertandingan sebelumnya.

Dengan evaluasi dari kekalahan melawan O Parrulo dan tantangan menghadapi Palma, Souto berharap pemain Indonesia semakin terbiasa dengan level permainan seperti ini. Pesannya jelas: hormati lawan, tetapi jangan takut sebelum bertanding.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.