BANGKAPOS.COM, BANGKA — Program Studi Akuntansi Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan bertajuk "Generasi Muda Peduli Lingkungan: Penguatan Literasi Akuntansi Keberlanjutan Melalui Edukasi dan Aksi Penanaman Mangrove di Pesisir".
Kegiatan ini digagas dan diselenggarakan oleh dosen bersama mahasiswa Program Studi Akuntansi UBB sebagai bentuk kontribusi nyata dunia akademik dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Bertindak sebagai penyelenggara, dosen dan mahasiswa Akuntansi UBB berperan aktif di setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, sesi edukasi, hingga pendampingan langsung saat aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir.
Keterlibatan mahasiswa ini menjadi wujud penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus melatih jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Perangkat Desa Batu Belubang, Makosat Brimob Babel, Siswa SDN 10 Pangkalan Baru, SMPN 2 Pangkalan Baru melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis mengenai konsep keberlanjutan lingkungan, tetapi juga diajak untuk terlibat langsung dalam aksi pelestarian ekosistem pesisir.
Dalam sesi edukasi, hadir dua narasumber yang membawakan materi dari perspektif yang saling melengkapi. Narasumber pertama, Firman Rahmadoni, S.E., M.Acc, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Bappeda dan Litbang Kota Pangkalpinang, memaparkan pentingnya sinergi antara pembangunan ekonomi daerah dan pelestarian lingkungan.
Sementara itu, narasumber kedua, Wenni Anggita, S.E., M.Si, dosen Akuntansi Universitas Bangka Belitung, mengenalkan konsep literasi akuntansi keberlanjutan (sustainability accounting) kepada para siswa, sebagai bekal pemahaman bagaimana aspek lingkungan dapat diukur dan dipertanggungjawabkan secara ekonomi.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Akuntansi UBB berupaya memperkenalkan sejak dini bahwa isu keberlanjutan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau akademisi saja, tetapi juga merupakan tanggungjawab bersama.
Mahasiswa Akuntansi UBB yang terlibat langsung di lapangan turut menjadi jembatan penghubung antara materi edukasi dengan aksi konkret penanaman mangrove, yang berperan penting dalam menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta mendukung keberlanjutan sumber daya alam di wilayah Desa Batu Belubang.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa maupun mitra desa. Ke depan, Program Studi Akuntansi UBB berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat serupa sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat peran akademisi dan mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. (*/E0)