BANGKAPOS.COM - Pemerintah sedang mengkaji rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite berdasarkan kelompok desil kesejahteraan masyarakat.
Dalam opsi kebijakan ini, kelompok desil 9 dan 10 atau 20 persen masyarakat dengan tingkat ekonomi tertinggi berpotensi tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite.
Untuk memastikan apakah keluarga Anda masuk dalam kelompok yang terdampak aturan baru ini, status desil ekonomi dapat dicek secara mandiri secara online tanpa perlu login.
Baca juga: Kode Redeem FF Hari Ini Selain 18 Agustus 2026, Reward Free Fire Gratis dari Garena
Simak syarat, penjelasan arti desil 9 dan 10, hingga panduan cara cek desil via aplikasi Cek Bansos selengkapnya di sini.
Pemerintah sedang mengkaji pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan kelompok desil kesejahteraan.
Masyarakat yang masuk desil 9 dan 10, yakni 20 persen kelompok dengan tingkat ekonomi tertinggi, berpotensi tidak lagi bisa membeli Pertalite bersubsidi dan diarahkan beralih ke BBM nonsubsidi.
Sebelum aturan ini resmi berlaku, penting bagi masyarakat untuk mengetahui posisi desil keluarganya sejak sekarang.
Pengecekan bisa dilakukan dengan mudah secara online, salah satunya lewat aplikasi Cek Bansos di ponsel, tanpa perlu membuat akun atau login terlebih dahulu. Selengkapnya berikut ini langkah-langkahnya.
Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store (Android) atau App Store (iPhone).
Buka aplikasi, lalu pilih menu "Cek Bansos".
Masukkan NIK sesuai KTP.
Tekan tombol "Cari Data".
Aplikasi akan menampilkan informasi status penerima bansos, kelompok desil, jenis bantuan yang diterima, hingga status pencairannya.
Desil merupakan cara pemerintah mengelompokkan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan dengan mempertimbangkan berbagai indikator sosial dan ekonomi.
Pengelompokan ini dibagi menjadi 10 tingkatan, masing-masing mewakili sekitar 10 persen dari total keluarga di Indonesia.
Kelompok desil 1 adalah yang paling rendah tingkat kesejahteraannya, sedangkan desil 10 adalah yang paling tinggi. Artinya, desil 9 dan 10 bersama-sama mewakili 20 persen keluarga dengan kondisi ekonomi terbaik di tanah air.
Yang perlu diketahui, penentuan desil bukan semata-mata dilihat dari penghasilan. Pemerintah juga mempertimbangkan faktor lain seperti jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi hunian, kapasitas daya listrik, hingga kepemilikan aset.
Jika kebijakan pembatasan Pertalite berdasarkan desil ini jadi diterapkan, masyarakat yang berada di kelompok desil 9 dan 10 berpotensi tidak lagi bisa mengakses BBM bersubsidi tersebut.
(Kompas/Bangkapos.com)