BI Lhokseumawe Gelar Pekan QRIS Nasional Selama Dua Hari, Ini Rincian Acaranya
Muhammad Hadi August 18, 2026 08:38 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe sukses menyelenggarakan acara puncak Peukan QRIS Meusare-Sare dalam rangka Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 pada 16–17 Agustus 2026 di Harun Convention Hall, Lhokseumawe. 

Kegiatan yang mengusung semangat “Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak!” dan tagline “Jak Ta Pake QRIS” ini menjadi momentum untuk memperkuat akseptasi QRIS, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selama dua hari pelaksanaan, masyarakat Lhokseumawe mengikuti berbagai kegiatan yang  memadukan edukasi digitalisasi, pemberdayaan UMKM, olahraga, kegiatan sosial, hingga hiburan. 

Rangkaian kegiatan meliputi Pasee QRIS Fun Run 2026, Bazar UMKM, Pojok Literasi Bank Indonesia, 
Pojok QRIS, showcasing wakaf produktif, penukaran uang logam, CBP Corner, Pasar Murah, QRIS 
Merdeka Game, perlombaan tradisional dan modern, Kids Corner, serta panggung seni dan budaya. 

Kegiatan tersebut melibatkan pelaku UMKM, perbankan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pelaksanaan Pasee QRIS Fun Run 2026 yang mengusung  jargon “Jak Ta Pake QRIS”. Pendaftaran kegiatan tersebut berhasil menjaring 1.000 pelari hanya dalam waktu satu jam. 

Selain menjadi sarana olahraga dan hiburan, kegiatan ini sekaligus menjadi media edukasi mengenai penggunaan QRIS dalam kehidupan sehari-hari. 

Baca juga: Transaksi QRIS di Wilayah Kerja BI Lhokseumawe Capai Rp1,93 Triliun pada Periode Januari-Juni 2026

Di sisi lain, Pojok Literasi Bank Indonesia memberikan edukasi mengenai QRIS, Pelindungan Konsumen, Cinta Bangga Paham Rupiah, Keuangan Inklusif, dan Ekonomi Syariah.

Untuk pemberdayaan ekonomi, sebanyak 29 UMKM turut berpartisipasi dalam Bazar UMKM dan seluruhnya telah terintegrasi dengan QRIS.

Selama dua hari penyelenggaraan PQN 2026, total nilai transaksi yang tercatat dari aktivitas UMKM dan wakaf produktif mencapai hampir Rp140 juta, yang  berasal dari transaksi melalui QRIS maupun pembayaran secara tunai. 

Capaian tersebut  mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja dan berpartisipasi dalam  rangkaian kegiatan, sekaligus menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan QRIS sebagai salah satu kanal pembayaran digital yang mudah, nyaman, dan aman.

Selain mendorong transaksi digital, Peukan QRIS Meusare-Sare juga menghadirkan pasar murah sebagai bagian dari upaya mendukung pengendalian inflasi daerah.

Masyarakat mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memperoleh manfaat langsung dari sinergi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. 

Kehadiran pasar murah melengkapi rangkaian kegiatan PQN yang tidak hanya berfokus pada digitalisasi sistem pembayaran, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan  secara langsung oleh masyarakat.

Kegiatan juga diwarnai dengan aksi sosial donor darah yang diikuti 150 peserta. 

Kehadiran kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari semangat Meusare-Sare atau kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ruh pelaksanaan PQN 2026 di Lhokseumawe. 

Sementara itu, berbagai perlombaan tradisional dan modern, QRIS Merdeka Game, Kids Corner, serta panggung seni dan budaya turut menciptakan suasana perayaan kemerdekaan yang meriah dan inklusif bagi masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yudo Herlambang, mengatakan kalau pelaksanaan Peukan QRIS Meusare-Sare menjadi bukti pentingnya kolaborasi dalam mempercepat transformasi digital.

Menurutnya, akselerasi ekonomi digital tidak dapat dilakukan oleh Bank Indonesia sendiri, tetapi membutuhkan semangat gotong royong dan kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, serta masyarakat.

“Yang paling membanggakan adalah traffic transaksi digital yang signifikan selama 2 hari penyelenggaraan PQN 2026.

Kami mencatat setidaknya terdapat transaksi digital melalui QRIS yang  mencapai 95 juta rupiah, baik untuk transaksi UMKM maupun untuk wakaf produktif,” ujar Yudo.

Dorong digitalisasi ekonomi daerah

Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, S.Sos., M.Si., l mengapresiasi penyelenggaraan Peukan QRIS Meusare-Sare sebagai bagian dari upaya bersama mendorong digitalisasi ekonomi daerah. 

Ia menilai perluasan ekosistem QRIS tidak hanya memberikan kemudahan dalam transaksi, tetapi juga memberikan peluang bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing. 

“Melalui perluasan ekosistem digital QRIS ini,  kita tidak hanya mempermudah transaksi sehari-hari, tetapi juga menaikkan kelas UMKM kita di Kota Lhokseumawe agar mampu berdaya saing global.” katanya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Lhokseumawe menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin 
dengan Bank Indonesia dan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.