TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Lokasi ASN Bayu yang hilang di Sungai Cisadane, kawasan Bogor Selatan, Kota Bogor rupanya menyimpan beberapa cerita kejadian musibah di masa lalu.
Adanya warga yang celaka hingga meninggal dunia sudah beberapa kali terjadi.
Lokasi sungai ASN hilang dikenal warga sebagai Leuwi Fajar dengan kedalaman lebih dari tiga meter.
Disebut 'leuwi' karena area sungai tersebut cukup dalam dan berbahaya.
Bahkan anak-anak yang berenang di area ini kerap dimarahi oleh para orang tua sekitar.
"Dulu pas masih jembatan bambu, kadang saya juga loncat dari jembatan, berenang," kata Fahri (29) salah satu warga sekitar, Selasa (18/8/2026).
"Itu kalau sampai dasarnya emang dalem. Kadang saya juga dimarahin orang tua," katanya.
Namun aktivitas anak berenang di kawasan itu kini sudah berkurang seiring kondisi air yang semakin keruh.
Meski sempat sering jadi tempat anak-anak berenang, area Leuwi Fajar itu dikenal belum pernah memakan korban.
Namun di sekitarnya sudah ada beberapa kejadian yang memakan korban.
"Dulu ada yang meninggal lagi nyetrum nyari ikan. Kayaknya batunya licin, nginjek batu kakinya kena sela-sela batu, diangkat udah gak ada, posisinya kejepit," kata Fahri.
Selain itu, ada pula temuan mayat diduga tenggelam tak jauh dari kawasan Leuwi Fajar tersebut.
"Sebelah situ, ada jembatan juga, itu mah anak kayaknya jatuh, dua hari gak timbul (tenggelam)," katanya.
"Udah diazanin sama bapaknya, adanya di dekat pemotongan ayam, udah ngambang," katanya.
Fahri merasa kawasan lokasi ASN hilang itu bukanlah tempat angker, meski di sepanjang aliran Cisadane ini banyak cerita-cerita mistis di masyarakat.
Tapi selain Leuwi Fajar, di aliran Cisadane ini memang banyak leuwi-leuwi lain seperti Leuwi Goong, Leuwi Lieur dan lain-lain yang juga dianggap berbahaya.
Diketahui, ASN Bayu dilaporkan hilang di kawasan aliran Cisadane di titik Leuwi Fajar pada Kamis (13/8/2026) malam lalu.
Namun tim SAR yang melakukan pencarian hingga Selasa (18/8/2026) belum juga membuahkan hasil.