Perbandingan Angka Rawan Pangan Kota dan Kabupaten Bogor 2025, Kompak di Bawah Rata-Rata Nasional
Tsaniyah Faidah August 18, 2026 08:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kebutuhan gizi dan asupan makanan harian masyarakat di wilayah Bogor Raya menunjukkan tren perbaikan sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS), persentase warga yang mengalami ketidakcukupan konsumsi pangan, atau dikenal dengan indikator Prevalence of Undernourishment (PoU), tercatat kompak menurun baik di wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor.

Indikator PoU ini digunakan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memetakan kondisi kerawanan gizi di suatu daerah.

Nilainya diukur dari seberapa banyak warga yang belum mampu memenuhi batas minimum kebutuhan energi harian untuk beraktivitas secara sehat.

Meskipun sama-sama mencatatkan grafik penurunan dibanding tahun sebelumnya, hasil pencatatan data BPS memperlihatkan adanya perbedaan capaian di antara kedua wilayah tersebut.

Capaian Kabupaten Bogor

Wilayah Kabupaten Bogor mencatatkan angka ketidakcukupan pangan sebesar 4,30 persen pada tahun 2025.

Angka ini susut sebesar 1,38 persen jika dibandingkan dengan posisi tahun 2024 yang sempat menyentuh 5,68 persen.

Dengan perolehan tersebut, Kabupaten Bogor berhasil menempati peringkat ke-6 sebagai daerah dengan tingkat ketidakcukupan pangan paling rendah di Provinsi Jawa Barat.

Meski jika ditarik ke belakang dalam kurun waktu lima tahun terakhir angka PoU wilayah ini masih menyisakan kenaikan tipis sebesar 0,24 persen, performanya saat ini tercatat sedikit lebih unggul ketimbang wilayah tetangganya, Kota Bogor.

Capaian Kota Bogor

Di sisi lain, Kota Bogor berhasil menekan angka PoU secara lumayan tajam pada tahun 2025 menjadi 4,81 persen.

Angka ini turun cukup jauh hingga 3,17 persen jika disandingkan dengan capaian tahun 2024 yang sebelumnya berada di level 7,98 persen.

Meski penurunan tahunannya terlihat lebih besar dibanding Kabupaten, statistik lima tahun terakhir Kota Bogor masih menunjukkan kenaikan sebesar 1,86 persen.

Hasil ini menempatkan Kota Bogor berada di urutan ke-13 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dalam hal tingkat kerawanan pangan terendah.

Kondisi di Tingkat Provinsi Jawa Barat

Secara umum, persentase ketidakcukupan pangan di Kota maupun Kabupaten Bogor tergolong aman karena berada cukup jauh di bawah rata-rata nasional yang bertengger di angka 7,89 persen.

Di lingkup Jawa Barat sendiri, peta ketahanan pangan cukup beragam.

Kabupaten Bekasi mencatatkan performa terbaik sebagai wilayah dengan angka PoU terendah, yakni 3,64 persen. 

Sementara itu, Kota Cimahi berada di posisi paling bawah dengan tingkat ketidakcukupan pangan tertinggi mencapai 6,45 persen.

Sepuluh Daerah dengan Ketidakcukupan Pangan Terendah di Jabar (2025):

1. Kabupaten Bekasi: 3,64 persen

2. Kabupaten Purwakarta: 4,07 persen

3. Kabupaten Garut: 4,20 persen

4. Kota Tasikmalaya: 4,24 persen

5. Kota Banjar: 4,24 persen

6. Kabupaten Bogor: 4,30 persen

7. Kabupaten Sukabumi: 4,30 persen

8. Kabupaten Pangandaran: 4,51 persen

9. Kabupaten Kuningan: 4,52 persen

10. Kabupaten Karawang: 4,68 persen

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.